Mengusung tema “Membentuk Pemimpin Muda Berintegritas dan Kompeten“, kegiatan ini menekankan pentingnya kemampuan memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang pentingnya memanfaatkan teknologi digital secara produktif dan bertanggung jawab melalui rumusan sederhana, yakni Belajar, Berkarya, Berbagi, dan Memimpin.
Imron Rosyadi menambahkan, bekal kepemimpinan dan literasi digital yang diperoleh para peserta diharapkan dapat diimplementasikan secara langsung melalui program kerja organisasi yang inovatif.
“Kami berharap materi kepemimpinan dan pengembangan diri di dunia digital ini dapat diterapkan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, siswa mampu menghadirkan berbagai program yang bermanfaat, mendorong kedisiplinan, melahirkan inovasi, serta membawa sekolah menuju prestasi yang lebih baik,” tambahnya.
Melalui LDKS 2026 ini, SMK Negeri se-Kabupaten Banyuwangi optimistis dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya piawai dalam berorganisasi, tetapi juga adaptif, kreatif, berintegritas, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi digital. Harapannya, para peserta mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.
Tidak hanya berfokus pada pembekalan materi, panitia LDKS SMK Negeri se-Kabupaten Banyuwangi juga menggelar kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Melalui perwakilan masing-masing sekolah, peserta menyalurkan puluhan paket sembako kepada warga di sekitar lokasi kegiatan yang dinilai membutuhkan bantuan. Kegiatan sosial tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi nilai kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial yang ditanamkan selama pelaksanaan LDKS.//////////











