Situbondo, seblang.com – Kemeriahan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Situbondo berlangsung semarak melalui gelaran Kirab Budaya Ancak Agung. Sebanyak 2.400 ancak diarak dari dua penjuru wilayah oleh berbagai lapisan masyarakat, baik unsur pemerintahan maupun nonpemerintahan.
Tradisi tahunan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-208 serta menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Mas Rio) bersama jajaran Forkopimda turut serta mengusung ancak. Rombongan laki-laki bergerak dari kawasan Kantor Pemkab Situbondo menuju Pendopo Bupati.

Sementara itu, Wakil Bupati Situbondo Ulfiah memimpin rombongan perempuan yang mengangkut ancak dari kawasan pertokoan New Delhi menuju lokasi yang sama. Kedua rombongan kemudian bertemu di titik tengah, yakni kawasan Pendopo dan Alun-Alun Situbondo.
Mas Rio menyampaikan, tradisi Ancak Agung merupakan wujud ekspresi kegembiraan dan rasa syukur masyarakat dalam menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW.
“Hasil diskusi dengan para kiai, isi dari ancak berupa telur, buah-buahan, dan hasil bumi lainnya. Keberadaan ancak bukan sekadar susunan hasil bumi yang dihias lalu diarak, melainkan simbol keterlibatan dan kebersamaan masyarakat dalam merayakan Maulid Nabi dengan penuh sukacita,” ujar Mas Rio.
Kemeriahan kirab tahun ini semakin berkesan dengan keterlibatan langsung komunitas Car Free Day (CFD) Situbondo, yang terdiri dari pelaku UMKM hingga komunitas olahraga lokal.
Koordinator peserta CFD Situbondo, Mike Retno, mengungkapkan rasa bangga dan antusiasme para anggotanya yang untuk pertama kalinya dilibatkan dalam ajang budaya tersebut.
“Teman-teman CFD sangat antusias, mulai dari merancang ancak setinggi hampir 1,5 meter yang dihiasi buah-buahan secara unik hingga menyiapkan puluhan tumpeng. Walaupun belum berhasil meraih juara dalam kompetisi desain, pengalaman ini sangat menyenangkan. Ini bukan sekadar ajang promosi CFD, melainkan wujud partisipasi dan sedekah dari hasil jualan kami,” ungkap Mike.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kekompakan seluruh anggota dan berharap dapat menyajikan karya yang lebih baik pada pelaksanaan Ancak Agung tahun depan.
Pergerakan kirab dari sisi barat dan timur yang membawa defile ancak menuju satu titik pertemuan memiliki makna simbolis tentang persatuan. Dengan jumlah mencapai 2.400 ancak, jalanan pusat Kota Situbondo dipenuhi arak-arakan warga yang mengusung hiasan hasil bumi dalam beragam bentuk kreatif.
Selain memperkuat tali silaturahmi, tradisi Ancak Agung menjadi wadah penting untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal yang berpadu harmonis dengan syiar keagamaan.
Rangkaian acara tidak berhenti pada kirab siang hari. Usai salat Isya, kegiatan dilanjutkan dengan Pengajian Akbar di Alun-Alun Situbondo yang dipadati masyarakat dari berbagai wilayah.////////











