KMP Trisila Bhakti 3 Resmi Beroperasi di Ketapang-Gilimanuk, Kapal Baru Rp63,5 Miliar Siap Bantu Urai Antrean

by -9 Views
Wartawan: Ali Sam'ani
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Armada baru KMP Trisila Bhakti 3 resmi beroperasi di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Jumat (25/9/2026). Kapal baru milik PT Trisila Laut tersebut diharapkan mampu menambah kapasitas angkut sekaligus membantu mengurai antrean kendaraan di lintasan Jawa-Bali, terutama saat terjadi kepadatan.

Prosesi launching berlangsung di kawasan Pantai Boom Banyuwangi. Peresmian ditandai dengan pemecahan kendi bersama Komandan Lanal Banyuwangi, Danlanal Banyuwangi adalah Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan, S.T., M.Tr.Opsla., General Manager ASDP Ketapang, Media Syahrianto serta sejumlah unsur dan instansi terkait. Setelah prosesi tersebut, KMP Trisila Bhakti 3 bertolak menuju Pelabuhan Ketapang untuk menjalani prosesi lanjutan berupa pemotongan pita sebelum langsung memulai pelayanan penyeberangan.

Direktur Utama PT Trisila Laut, Laksamana Pertama (Purn) Retarto Setiawarsongo mengatakan, KMP Trisila Bhakti 3 merupakan kapal baru buatan China yang didatangkan untuk menjawab kebutuhan armada berkapasitas lebih besar di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Kapal tersebut memiliki bobot 2.400 GT dengan nilai pengadaan mencapai Rp63,5 miliar.

Menurut Retarto, pengadaan kapal dilakukan seiring adanya rencana regulasi yang mengarahkan kapal penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk memiliki bobot di atas 1.500 ton. Sebelumnya, PT Trisila Laut mengoperasikan kapal dengan kapasitas sekitar 400 ton dan 600 ton.

“Kapal kami sebelumnya berukuran 400 ton dan 600 ton. Dengan adanya rencana regulasi baru yang mengharuskan kapal penyeberangan di Ketapang-Gilimanuk di atas 1.500 ton, kami melakukan pengadaan kapal baru berkapasitas 2.400 GRT ini dari China,” ujar Retarto.

KMP Trisila Bhakti 3 merupakan kapal baru atau brand new dan menjadi sister ship dari Trisila Bhakti 1 dan Trisila Bhakti 2. Kapal tersebut mampu mengangkut hingga 65 kendaraan kecil. Untuk kendaraan besar, pada tahap awal operasional dibatasi lima unit truk tronton dan tiga unit bus, sedangkan kendaraan lainnya disesuaikan dengan kapasitas kapal.

Retarto menyebut keberadaan kapal berukuran besar tersebut juga dipersiapkan untuk membantu mengatasi kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang, khususnya pada masa peak season. Kondisi antrean yang pernah terjadi akibat kepadatan maupun kendala operasional menjadi salah satu pertimbangan perlunya tambahan armada berkapasitas besar.

iklan warung gazebo