Sabet Juara Nasional, Klub Satria Kwedenkembar Mojokerto Bangun Lapangan Voli Pantai Pakai Dana Sendiri

by -26 Views
Wartawan: Harianto
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Mojokerto, seblang.com ~ Prestasi diraih, fasilitas latihan pun dibangun sendiri. Itulah langkah Klub Satria Kwedenkembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, setelah tiga atlet binaannya sukses meraih juara 3 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli Pantai U-17 di Palembang.

Alih-alih berhenti pada pencapaian tersebut, klub yang didirikan H. Agus Mustofa itu justru langsung tancap gas mempersiapkan atlet menghadapi sejumlah kejuaraan berikutnya. Di tengah keterbatasan dukungan, klub secara mandiri membangun lapangan voli pantai sebagai fasilitas latihan para atlet.

H. Agus Mustofa mengatakan, agenda pertandingan para atlet binaannya ke depan cukup padat. Dalam waktu dekat, mereka akan menghadapi Kejurkab kategori kelahiran 2012 putra-putri, disusul Kejurnas usia 19 tahun yang dijadwalkan November mendatang.

“Persiapan ke depan ada dua agenda utama yang paling dekat. Pertama, Kejurkab kategori kelahiran 2012 putra-putri. Selanjutnya, Kejurnas usia 19 tahun yang dijadwalkan November mendatang. Untuk voli pantai, akhir September nanti ada Kejurnas usia 19 tahun di Surabaya. Seluruh atlet sudah menjalani program latihan intensif dan siap turun bertanding,” ungkap H. Agus.

Keseriusan klub dalam pembinaan atlet juga terlihat dari pembangunan lapangan voli pantai yang kini memasuki tahap akhir. Progres pembangunan lapangan tersebut telah mencapai sekitar 70 persen.

“Insyaallah minggu ini lapangan sudah bisa digunakan untuk latihan. Rencananya akan diresmikan secara sederhana pada Sabtu malam minggu depan, sekaligus sebagai persiapan mengikuti kejuaraan di Bali,” jelasnya.

Lapangan baru tersebut dilengkapi pagar pengaman serta sejumlah fasilitas penunjang sederhana. Menariknya, seluruh biaya pembangunan berasal dari swadaya internal klub tanpa bantuan pendanaan dari pihak lain.

“Alhamdulillah, semuanya mandiri. Tidak ada bantuan dana dari pihak mana pun. Kami berkomitmen membiayai sendiri demi kelancaran pembinaan atlet,” tegas H. Agus.

Di balik keputusan untuk bergerak secara mandiri itu, terdapat harapan agar perhatian pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga masyarakat semakin besar.

H. Agus mengungkapkan, pihaknya selama ini telah beberapa kali mengajukan proposal kegiatan. Namun, dukungan nyata dari pemerintah daerah, baik secara langsung maupun tidak langsung, belum kunjung terwujud.

“Bukan berarti tidak ada, mungkin belum ada kesempatan yang tepat. Namun harapan kami sederhana: paling tidak ada perhatian dan kehadiran dari pemerintah daerah untuk memberikan semangat kepada para atlet muda kami. Dukungan moril saja sudah sangat berarti untuk mengangkat mental mereka,” ujarnya.

Meski demikian, H. Agus menegaskan pihaknya tidak mempersoalkan dukungan materi. Selama ini, klub masih berupaya memenuhi kebutuhan operasional dan pembinaan atlet secara mandiri.

Menurutnya, kehadiran pemerintah dan apresiasi terhadap perjuangan atlet justru menjadi hal penting. Sebab, dukungan moril dari pemangku kebijakan dapat menjadi tambahan motivasi bagi atlet muda yang telah berjuang membawa nama daerah.

Prestasi di Palembang menjadi salah satu bukti hasil pembinaan Satria Kwedenkembar. Dengan fasilitas yang dibangun secara mandiri dan program latihan yang terus berjalan, klub tersebut kini bersiap kembali menguji kemampuan para atlet di level regional hingga nasional.

Dari lapangan sederhana di Kwedenkembar, para atlet muda itu terus ditempa untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi—sekaligus membawa nama Mojokerto dan Jawa Timur ke pentas nasional.

(hari)

iklan warung gazebo