Dia menuturkan tahapan demi tahapan telah dilalui oleh pihak penyelenggara maupun peserta Pilkades. Puluhan desa yang akan menggelar pilkades serentak tersebut telah melakukan penetapan calon kepala desa (cakades) yang berhak dipilih pada 25 Oktober mendatang.
Hasilnya, lanjut Faishol, jumlah cakades yang akan berebut kursi menyusut sekitar 10 persen dari data awal pendaftaran. Yakni, pada masa pendaftaran pertama terdapat 217 bacakades. Setelah penetapan terpilih 195 cakades yang berhak ikut pada Pilkades serentak.
“Pasti ada penyusutan dari jumlah pendaftar sejak awal dibuka. Yaitu dari 217 pendaftar bacakades, sekarang yang ditetapkan ada 195 orang, atau menyusut sebanyak 22 orang,” ujarnya.
Faishol mengatakan, penyusutan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain adanya bacakades yang mengundurkan diri, meninggal dunia, dan pasca pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT).
“Untuk CAT itu hanya diikuti 8 desa dari 51 desa yang akan menggelar Pilkades. Pelaksanaan CAT hanya untuk desa yang memiliki pendaftar bacakades lebih dari 5 orang,” imbuhnya.
Sesuai dengan jadwal pelaksanaan Pilkades di Banyuwangi, tahapan yang tengah berjalan adalah pembekalan teknis pada Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Pembekalan untuk masing-masing KPPS dilaksanakan sejak 10-11 Oktober.
Meskipun saat ini “suhu” di beberapa desa mulai memanas. Faishol berharap pelaksanaan pilkades tetap berjalan kondusif hingga pelantikan. “Semoga pilkades dapat berjalan dengan lancar dan adem. Sehingga tidak ada masalah di kemudian hari,” pungkasnya










