Hilang Sejak Siang, Lansia di Srono Banyuwangi Ditemukan Tewas di Dalam Sumur

by -10 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Proses evakuasi
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.comSeorang lansia berusia 87 tahun di Dusun Karanglo, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, ditemukan meninggal dunia di dalam sumur setelah sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya, Sabtu (18/7/2026).

Korban diketahui bernama Katimah, warga Dusun Karanglo. Proses evakuasi dilakukan oleh Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi bersama Basarnas menggunakan peralatan penyelamatan khusus karena kondisi sumur dinilai membahayakan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi, Ir. Edy Supriyono, M.M., menjelaskan laporan diterima petugas sekitar pukul 19.00 WIB. Informasi tersebut disampaikan oleh anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) yang datang langsung ke Pos Damkarmat Sektor Srono.

“Setelah menerima laporan, Tim Rescue Sektor Srono berkoordinasi dengan Mako Induk untuk meminta dukungan peralatan penyelamatan. Kami juga meminta bantuan Basarnas karena evakuasi di dalam sumur memerlukan peralatan dan prosedur khusus,” ujar Edy.

Berdasarkan informasi yang dihimpun petugas di lapangan, korban terakhir kali terlihat berada di rumah sekitar pukul 10.00 WIB. Ketika keluarga mencarinya sekitar pukul 13.00 WIB, korban sudah tidak ditemukan.

Pencarian dilakukan di sekitar rumah hingga sore hari. Sekitar pukul 17.40 WIB, salah seorang anggota keluarga melihat sepasang sandal mengapung di permukaan air sumur. Temuan itu membuat warga menduga korban berada di dalam sumur.

Warga sempat berusaha melakukan evakuasi. Namun kondisi sumur yang sempit dan berisiko membuat upaya tersebut dihentikan demi menghindari jatuhnya korban lain. Laporan kemudian disampaikan kepada Damkarmat.

Tim rescue berangkat menuju lokasi pada pukul 20.41 WIB dan tiba sekitar pukul 21.35 WIB. Proses evakuasi dimulai lima menit kemudian. Seorang personel Damkarmat, Ribut Hendrianto, diturunkan ke dalam sumur menggunakan perlengkapan confined space rescue, sementara petugas lain bersama Basarnas melakukan penarikan dari atas.

“Evakuasi dilakukan dengan perlengkapan lengkap seperti tripod, body harness, tali karmantel, carabiner, webbing, hingga SCBA. Semua prosedur diterapkan untuk menjamin keselamatan personel selama bekerja di ruang terbatas,” kata Edy.

Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 22.15 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga.

Evakuasi melibatkan Tim Rescue Damkarmat Banyuwangi, Basarnas, TNI, Polri, RAPI, perangkat Desa Sukonatar, relawan Redkar, dan masyarakat setempat.

iklan warung gazebo