Khofifah menyebut serapan lulusan SMK dan LKP Jatim di luar negeri membuktikan kualitas pendidikan yang sesuai kebutuhan SDM global. Ia juga memberikan Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Emas kepada Abdul Mu’ti atas dedikasi dalam penguatan pendidikan di Jatim.
Data Pemprov Jatim mencatat, tahun 2026 terdapat 4.920 peserta magang dan pekerja migran dari 112 SMK dan LKP. Sebanyak 1.617 peserta telah lolos seleksi dan memperoleh kontrak kerja resmi. Bahkan, 51 kompetensi keahlian SMK Jatim berhasil menembus pasar kerja internasional.
Sementara itu, Mendikdasmen menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jatim atas dukungan terhadap program magang dan kerja luar negeri.
“Pendidikan tidak hanya terbatas di sekolah, tetapi juga di lembaga kursus. Mereka bekerja di sektor profesional dengan kontrak resmi sehingga insya Allah dapat bekerja dengan baik,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah dan Abdul Mu’ti bersama Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin juga meluncurkan program kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) di SMK, yakni tiga tahun belajar di sekolah ditambah satu tahun pelatihan persiapan kerja.(*/ady)










