Banyuwangi, seblang.com – Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (DPU CKPP) Banyuwangi terus mempercepat pembangunan infrastruktur pascabencana. Salah satu yang kini menjadi prioritas adalah pembangunan kembali Jembatan Sungai Lembu di Kecamatan Pesanggaran yang ambles diterjang banjir pada Juli 2025 lalu.
DPU CKPP Banyuwangi menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,9 miliar untuk membangun kembali akses penghubung yang menjadi jalur penting masyarakat tersebut.
Kepala DPU CKPP Banyuwangi Cahyanto Hendri Wahyudi mengatakan, saat ini proses pembangunan masih menunggu tahapan pengadaan melalui sistem minicom.
“Alokasi anggarannya sebesar Rp 2,9 miliar. Untuk kontraknya saat ini belum, masih menunggu proses penawaran di sistem minicom atau sistem pengadaan barang dan jasa,” kata Cahyanto, Rabu (20/5/2026).
Dia menjelaskan, proses penentuan pemenang pengadaan sempat mengalami penyesuaian. Awalnya, penetapan pemenang ditargetkan selesai pekan ini. Namun kenaikan harga Pertamina Dex berdampak pada kenaikan harga material sehingga perlu dilakukan perhitungan ulang.
“Sebetulnya minggu ini sudah ada pemenang di proses pengadaan minicom, sesuai janji kami. Tetapi karena ada perubahan kenaikan harga Pertamina Dex, hal itu berpengaruh pada kenaikan harga material,” ujarnya.
Dampak kenaikan harga tersebut membuat DPU CKPP Banyuwangi harus menyesuaikan Rencana Anggaran Biaya (RAB) beserta dokumen pendukung lainnya agar sesuai dengan Standar Satuan Harga (SSH) terbaru.
“Tetapi Alhamdulillah, minggu ini sudah selesai dan sudah kita proses kembali dalam sistem pengadaan barang jasa. Harapannya, minggu depan sudah ada pemenangnya,” tambahnya.
Jembatan Sungai Lembu yang akan dibangun dirancang lebih kuat dibanding sebelumnya. Jembatan memiliki lebar 6 meter dengan bentang sekitar 14 meter, menggunakan pondasi tiang pancang serta struktur abutment berbahan beton.
Karena memiliki fungsi penting bagi masyarakat, proyek tersebut masuk kategori Proyek Strategis Daerah (PSD). Seluruh proses pembangunan juga harus melalui review Inspektorat untuk memastikan prosedur berjalan sesuai ketentuan.
Selain itu, proses pengadaan dilakukan secara ketat mengikuti rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna menjaga kualitas proyek dan mencegah potensi penyimpangan.
Jembatan Sungai Lembu diketahui ambles total akibat banjir bandang pada 15 Juli 2025. Putusnya akses tersebut sempat mengganggu aktivitas warga di tiga desa sekitar.
Sebagai langkah darurat, pemerintah saat itu membangun jembatan sementara untuk kendaraan roda dua, kemudian dilanjutkan dengan jembatan baja sistem knock down untuk kendaraan roda empat sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.////////










