Lonjakan pemesanan juga dirasakan Kokoon Hotel Banyuwangi. Hotel tersebut bahkan sudah mencapai okupansi penuh sejak sepekan sebelum pertunjukan berlangsung.
“Sudah 100 persen, bahkan sejak minggu lalu penuhnya,” ujar Evelyn May Fanny, Cluster Assistant Marcomm Manager Kokoon Hotel Banyuwangi.
Tingginya minat wisatawan itu sejalan dengan kemasan Gandrung Sewu tahun ini yang tampil berbeda. Pertunjukan yang melibatkan 1.300 penari tersebut dipusatkan di Pantai Marina Boom Banyuwangi.
Memasuki tahun ke-14 penyelenggaraan, Gandrung Sewu untuk pertama kalinya digelar pada malam hari dengan konsep glow in the dark. Ribuan penari akan menghadirkan pertunjukan yang memadukan gerak tari kolosal dengan kilauan cahaya di tengah suasana malam.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan konsep anyar tersebut dihadirkan melalui kolaborasi dengan InJourney. Inovasi itu diharapkan memberi pengalaman berbeda bagi penonton tanpa meninggalkan ruh Gandrung Sewu sebagai warisan budaya Banyuwangi.
“Kita kolaborasi dengan InJourney untuk menghadirkan konsep pertunjukan yang baru. Gandrung Sewu bagi kami, tidak hanya sebatas wisata. Tapi ini adalah keluhuran budaya. Kami wariskan nilai pada generasi muda, sekaligus mengenalkan pada dunia,” ujar Ipuk.












