Menurutnya, penggunaan gadget secara berlebihan, terlebih untuk mengakses konten yang kurang positif, perlu diimbangi dengan aktivitas yang sehat dan produktif.
“Semoga ke depan anak-anak kita semua menjadi anak-anak yang sehat, anak yang kuat, disiplin juga demi masa depan mereka semua,” pungkas Badrodin.
Sementara itu, Direktur SD Lazuardi Tursina Banyuwangi, Dr. Nur Wiarsih, M.Pd., yang akrab disapa Kak Nunung, mengatakan, kejuaraan basket Piala Mama Evi 2026 bukan sekadar ajang bagi anak-anak untuk bertemu dan bertanding.
“Ini memang tempat buat anak-anak banyak belajar. Ada sportivitas, disiplin, percaya diri dan sebagainya. Kalau memang mereka punya minat yang besar terhadap olahraga, terutama basket, saya kira itu bagus buat mereka karena bisa mengembangkan diri mereka ke depannya,” ujar Kak Nunung.
Ia berharap event-event bola basket seperti Piala Mama Evi 2026 dapat lebih sering digelar. Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang diikuti, semakin banyak pula kesempatan bagi anak-anak untuk berlatih, bertemu dengan orang-orang baru, serta mengembangkan kemampuan dan kepercayaan diri.
“Event kayak gini juga kami senang karena membantu anak-anak untuk terus meningkatkan kualitasnya,” pungkasnya.












