Wabup Mojokerto Rizal Tegaskan Peran Pramuka Dukung Swasembada Pangan

by -16 Views
Wartawan: Rahmat
Editor: Herry W. Sulaksono
Wabup Mojokerto Muhammad Rizal Octavian saat menyematkan simbol Pramuka dalam Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026.
aston banyuwangi

Mojokerto, seblang.com – Wakil Bupati Mojokerto sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian, menegaskan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan melalui pembentukan generasi muda yang kreatif, inovatif, terampil, mandiri, dan produktif.

Hal tersebut disampaikan Wabup Rizal saat memimpin Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Lapangan Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (29/8/2026) pagi.



Tahun ini, Hari Pramuka dan Jambore Nasional ke-XII mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”

Menurut Rizal, tema tersebut merupakan bentuk komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita ke-2 Pemerintah Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air sebagai bagian dari penguatan ketahanan serta kemandirian nasional.

“Tema ini merupakan wujud komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita ke-2 Pemerintah Republik Indonesia tentang swasembada pangan, energi, dan air sebagai bagian dari penguatan ketahanan dan kemandirian nasional,” ujar Rizal.

Ia menekankan bahwa swasembada pangan tidak semata-mata berbicara mengenai kegiatan tanam-menanam. Lebih dari itu, diperlukan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kemampuan memanfaatkan teknologi, semangat kewirausahaan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Karena itu, pendidikan kepramukaan dinilai memiliki ruang strategis untuk mengenalkan generasi muda pada berbagai sektor yang berkaitan dengan ketahanan pangan, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, pemanfaatan potensi lokal, hingga teknologi tepat guna.

“Kami berupaya menumbuhkan budaya produktif, rasa cinta terhadap pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kepedulian terhadap lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta semangat kewirausahaan sejak usia muda,” jelasnya.

Menurut Rizal, pendidikan Pramuka juga harus terus berkembang. Tidak hanya memberikan pengalaman melalui konsep learning by doing, tetapi juga mendorong anggota Pramuka untuk belajar, menciptakan, dan menyelesaikan persoalan nyata melalui pendekatan learning, creating, and solving.

“Harapannya, pengalaman tersebut dapat tumbuh menjadi kegiatan nyata sesuai potensi daerah, seperti menanam pangan, mengelola lingkungan, memanfaatkan teknologi, mengembangkan usaha, membantu masyarakat, dan menghadirkan inovasi,” ungkap Rizal.

iklan warung gazebo