Surabaya, seblang.com – Musyawarah Daerah (Musda) VII Partai Demokrat Jawa Timur resmi digelar di Surabaya. Kegiatan tersebut menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai serta penguatan soliditas internal.
Musda VII diarahkan menjadi momentum untuk menyatukan seluruh kader sekaligus memperkuat pengabdian nyata Partai Demokrat kepada masyarakat Jawa Timur.
Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan DPC, jajaran eksekutif, serta anggota legislatif mulai dari tingkat DPD hingga DPR RI yang terus mendukung keberlangsungan partai.

“Musda ini harus berpedoman pada AD/ART, dilaksanakan dengan tertib aturan, dan memperkuat kebersamaan di antara kita semua. Fokus utama kita saat ini bukan sekadar bicara kontestasi politik, melainkan membuktikan manfaat nyata kehadiran Partai Demokrat bagi setiap warga di Jawa Timur,” tegas Emil saat menghadiri Musda VII Partai Demokrat di Ballroom Hotel Novotel Samator Surabaya, Sabtu (29/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan rekam jejak Partai Demokrat di Jawa Timur, mulai dari dukungan kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa sejak Pilgub 2018 hingga Pilgub 2024 dan Pilpres 2024.
Partai Demokrat juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pencapaian pembangunan Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah.
Sebagai bagian dari koalisi pemerintahan pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Partai Demokrat siap menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dengan program pembangunan daerah.
Sinergi tersebut difokuskan pada sejumlah sektor strategis, yakni agraria dan tata ruang, ketenagakerjaan, infrastruktur dan pembangunan wilayah, transmigrasi, serta ekonomi kreatif.
Partai Demokrat Jatim berkomitmen menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu mesin utama penggerak perekonomian nasional dengan mengedepankan prinsip nasionalis-religius dan kepentingan rakyat.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas dukungan strategis dan konsistensi Partai Demokrat dalam mengawal program pembangunan di Jawa Timur.
Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah dan program aksi partai politik untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menurunkan angka kemiskinan.
Khofifah juga menyoroti rekam jejak program penanggulangan kemiskinan berkelanjutan sejak era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), salah satunya melalui Program Keluarga Harapan (PKH).
“Pondasi penanganan kemiskinan melalui PKH yang dibangun Presiden SBY pada 2007 terbukti efektif dan terus diperkuat hingga saat ini. Melalui graduation system, masyarakat yang dibantu dapat bertransformasi menjadi mandiri dan naik kelas menjadi pelaku UMKM,” ujar Khofifah.












