“Kami menerjunkan warga LDII untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar imbauan,” ujar Heri.
Menurut dia keterlibatan warga LDII dalam aksi bersih-bersih lingkungan tersebut memiliki nilai penting, tidak hanya untuk membantu mengatasi persoalan sampah, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa kelestarian alam merupakan kewajiban dan tanggung jawab bersama.
Heri menuturkan, persoalan sampah dan perubahan kondisi lingkungan tidak bisa diselesaikan melalui kegiatan sesaat. Dibutuhkan gerakan yang berkelanjutan, konsisten dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, mulai dari kebiasaan sehari-hari.
“Ini juga merupakan praktik dakwah bil hal. Bumi semakin panas dan volume sampah terus bertambah. Kalau tidak ada gerakan atau inisiatif seperti ini, persoalan lingkungan bisa terus terabaikan. Karena itu, perlu kepedulian dan aksi nyata dari semua pihak,” tuturnya.
Partisipasi LDII Banyuwangi dalam kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa kerukunan tidak hanya dibangun melalui dialog dan komunikasi antar umat beragama, tetapi juga melalui aksi kerja nyata untuk kepentingan bersama.
Aksi bersih-bersih tersebut merupakan tindak lanjut atas himbauan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sampah, khususnya di kawasan pesisir Muncar.
Ketua FKUB Banyuwangi, KH. Nur Chozin, menjelaskan kegiatan bersih-bersih lingkungan melibatkan sekitar 300 personel dari berbagai unsur, mulai organisasi kemasyarakatan, lembaga, tokoh agama hingga instansi pemerintahan.
Menurut KH. Chozin, kegiatan yang digelar tidak semata-mata berorientasi pada pengangkatan sampah, tetapi juga menjadi sarana sosialisasi dan edukasi agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan semakin bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.
Ia berharap keterlibatan berbagai elemen lintas agama dan lintas sektor dapat membangun kesadaran kolektif bahwa penanganan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.///////











