“Tentu terima kasih dan penghargaan tertinggi kepada guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, serta seluruh pemangku kepentingan yang terus berinovasi dan menghadirkan perubahan dalam dunia pendidikan,” katanya.
Menurutnya, dedikasi para pendidik berjalan seiring dengan meningkatnya prestasi siswa-siswi Jawa Timur yang terus menunjukkan capaian membanggakan di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini semakin mengokohkan posisi Jawa Timur sebagai barometer pendidikan nasional.
“Kita hari ini tahaduts bin ni’mah. Di pertengahan tahun ini, tanggal 14 Mei lalu, saya melepas 1.790 siswa alumni SMK mereka siap magang dan bekerja di 13 negara, luar biasa. Kemarin bersama Mendikdasmen, kembali kita melepas anak kita dari Jatim ada 3 ribu siswa SMK yang siap magang dan bekerja 13 negara didunia,” ungkapnya.
“Total di Jatim sampai dengan Semester 1 2026 kita melepas 4.960 alumni SMK di Jatim untuk bekerja di 13 negara. Ini kabar baik bagi kita semua. Saya ingin sampaikan, SMK kita bisa, hebat dan SMK kita bisa hebat,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan EJIES lahir dari keyakinan bahwa inovasi adalah nafas baru pendidikan yang membuka cakrawala global.
“Pendidikan dimanapun berada, kita berharap ada peningkatan yang disesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Dunia global membutuhkan perubahan yang luar biasa,” kata Aries.
Menurutnya, sektor pendidikan juga harus mampu beradaptasi dengan dinamika tersebut. Karena itu, ia mendorong para guru, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah untuk terus berinovasi.
“Artinya dipendidikan pun harus menyesuaikan dengan perubahan itu. Maka saya berharap para guru, tenaga pendidik, kepala sekolah harus berinovasi. Karena inovasi adalah darahnya perubahan yang tentu kita harapkan bisa ada dilingkungan sekolah,” imbuhnya.
Aries meyakini, karya inovasi yang terpilih akan menjadi replikasi bagi para insan pendidikan yang ada di seluruh Jawa Timur, sehingga bisa membuktikan bahwa inovasi yang dilakukan adalah inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan dunia pendidikan.
Sementara itu, Sestama LAN RI Andi Taufik menyampaikan apresiasi atas komitmen Jawa Timur dalam mendorong inovasi di sektor pendidikan. Menurutnya, Jawa Timur telah berhasil menetapkan standar yang tinggi dalam pengembangan dunia pendidikan di Indonesia.
“Kita sangat bersyukur, berterima kasih karena Jawa Timur sudah membuat standar yang sangat tinggi untuk dunia pendidikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai seluruh insan pendidikan di Jawa Timur didorong untuk terus berinovasi sebagai kunci menghadapi tantangan global. Menurutnya, upaya Jawa Timur dalam memaknai perjuangan para guru dan tenaga kependidikan menjadi nilai lebih yang patut diapresiasi.
“Kita sama-sama melihat semua insan pendidikan di Jatim diajak untuk berinovasi karena _innovation is the only way to win_. Hanya dengan berinovasi kita bisa memenangkan segala hal. Karena ini dimulai dari dunia pendidikan, sehingga ini dampaknya akan sangat luas bagi semua insan lainnya. Kita bersyukur Jawa Timur, kami menilai keren banget, cara mereka memaknai sebuah perjuangan dari guru-guru dan tenaga pendidikan. Ini yang luar biasa. Ini yang tidak dimiliki tempat lain,” tambahnya.
Disisi lain, Direktur Universitas Dongseo Busan Korea Selatan Choi Hong Sung menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah atas undangan khusus untuk menghadiri EJIES 2026. Secara khusus, Choi mengajak mahasiswa berprestasi di Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur beasiswa di Universitas Dongseo.
“Hari ini kami bertemu Ibu Gubernur dan kami memberikan beasiswa bagi mahasiswa Jawa Timur yang berprestasi supaya bisa melanjutkan pendidikan di Universitas Dongseo,” kata Choi.
“Kami sangat ingin mempromosikan Universitas Dongseo dan bersyukur bapak ibu guru, kepala sekolah semua berkumpul disini. Ini jadi momen yang berharga. Saya berterima kasih kepada Ibu Khofifah karena mengundang kami ke acara yang spesial seperti malam ini,” pungkasnya.
Di akhir, Gubernur Khofifah berkesempatan menyerahkan penghargaan untuk top 25 finalis terbaik East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026 dan 1 penghargaan _best excitement_ (pengirim karya terbanyak) didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai. Selain itu, ada juga _special performance_ dari suara emas Niken Salindri yang ikut memeriahkan acara.
Sebagai informasi, hadir dalam kegiatan ini Sestama LAN RI Andi Taufik, Direktur Universitas Dongseo Busan Korea Selatan Choi Hong Sung Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai dan Rektor Universitas di Jawa Timur dan Tim Juri EJIES 2026.(*/ady)










