Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Tinjau Akses dan Mutu Layanan JKN di Banyuwangi

by -17 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
Foto: Kunjungan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan di RS Fatimah Banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Upaya memastikan pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan optimal terus dilakukan BPJS Kesehatan. Salah satunya melalui pemantauan langsung terhadap akses dan mutu pelayanan kesehatan dari perspektif peserta.

Hal tersebut dilakukan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan melalui kunjungan ke sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Banyuwangi, Kamis (13/8/2026).

Kunjungan dilakukan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Dr. dr. Sunarto, M.Kes., bersama tim dengan mendatangi RS Fatimah Banyuwangi dan RS Bakti Mulia Muncar. Kegiatan ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan terhadap implementasi kebijakan pengelolaan BPJS Kesehatan dan penyelenggaraan Program JKN.

Dr. dr. Sunarto, M.Kes., mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai pelaksanaan pelayanan kesehatan di Banyuwangi, termasuk berbagai tantangan yang masih dihadapi fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN.

“Banyuwangi merupakan daerah yang cukup luas dengan jumlah penduduk yang padat. Kami datang untuk melihat dan mengetahui secara langsung aspek akses serta mutu layanan kesehatan di Banyuwangi. Hasil kunjungan ini nantinya akan menjadi gambaran mengenai fenomena yang ada di daerah untuk kami laporkan kepada direksi,” ujar Sunarto.

Menurut Sunarto, secara umum mutu pelayanan kesehatan di Banyuwangi telah berjalan dengan baik. Namun, dari sisi akses, pemerataan fasilitas kesehatan masih perlu menjadi perhatian.

“Secara umum mutu layanan sudah berjalan dengan baik dan tinggal terus dilengkapi dengan layanan-layanan yang menunjang pelayanan kesehatan. Dari sisi akses, masih perlu pemerataan ketersediaan rumah sakit di beberapa kecamatan, terutama Banyuwangi bagian selatan, sehingga masyarakat tidak perlu menempuh jarak terlalu jauh ketika membutuhkan pelayanan rujukan,” jelasnya.

Direktur RS Fatimah Banyuwangi, dr. Widowati, Sp.An-TI, mengatakan pihaknya terus berupaya menjaga pelaksanaan Program JKN di rumah sakit. Hal itu dilakukan antara lain melalui pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dan Program Rujuk Balik (PRB) bersama BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi.

“Kami terus mengawal pelaksanaan Program JKN di RS Fatimah. Kami berupaya menjalankan program tersebut sebagai bagian dari komitmen dan kepatuhan fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada peserta,” ungkap Widowati.

Selain memperkuat program pelayanan, RS Fatimah juga melakukan pengembangan sarana penunjang kesehatan. Salah satunya dengan menambah layanan CT Scan yang diharapkan dapat mengurangi kebutuhan transfer pasien ke rumah sakit lain untuk mendapatkan pemeriksaan tersebut.

“Jumlah pasien BPJS Kesehatan yang kami layani terus meningkat setiap tahun dan saat ini turut mendorong tingkat BOR rumah sakit hingga sekitar 45 persen. Lokasi rumah sakit yang berada di jalur nasional dengan tingkat kecelakaan cukup tinggi juga membuat keberadaan layanan kami menjadi penting bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Owner RS Bakti Mulia Muncar, Hari Santoso, S.Kep., M.Kes., M.H., mengatakan keberadaan rumah sakit di Kecamatan Muncar memiliki peran penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Banyuwangi selatan.

“RS Bakti Mulia merupakan satu-satunya rumah sakit di Kecamatan Muncar. Kami juga menerima rujukan dari wilayah seperti Tegaldlimo dan Purwoharjo yang belum memiliki rumah sakit, sehingga masyarakat dari wilayah tersebut dapat memperoleh pelayanan yang lebih dekat,” ujar Hari.

Menurutnya, keberadaan RS Bakti Mulia diharapkan dapat semakin memperpendek jarak masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan, khususnya bagi peserta JKN.

“Kami berharap kehadiran RS Bakti Mulia di Kecamatan Muncar dapat terus memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat Banyuwangi, khususnya peserta JKN, sehingga masyarakat tidak harus menempuh perjalanan yang terlalu jauh untuk mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan,” pungkasnya.//////

iklan warung gazebo