Layanan tersebut didukung sejumlah peralatan pemeriksaan, di antaranya hematology analyzer, pemeriksaan kimia darah, ultrasonografi (USG), X-Ray, pemeriksaan histopatologi, serta pemeriksaan parasit.
Pemkab Banyuwangi juga akan memperkuat layanan tersebut dengan dokter hewan yang memiliki keahlian di berbagai bidang.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Danang Hartanto mengatakan hingga kini belum ada laporan kasus rabies di Banyuwangi. Pemkab tetap melakukan langkah antisipasi agar status zero rabies dapat dipertahankan.
“Salah satunya melalui pemberian vaksinasi rabies gratis, baik yang dipelihara di rumah maupun yang dilepasliarkan di lingkungan,” tuturnya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, drh. Nanang Sugiharto, mengatakan sebanyak 400 dosis vaksin rabies disiapkan.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 200 dosis digunakan untuk vaksinasi di RSH Banyuwangi. Sementara sisanya digunakan untuk pelayanan vaksinasi di Puskeswan Rogojampi, Genteng, dan Gambiran.
“Data yang kami himpun 249 kucing, 16 anjing telah melakukan vaksinasi rabies di RSH Banyuwangi. Serta 45 kucing, dan 5 anjing di Puskeswan,” terang Nanang.
Selain divaksinasi rabies, hewan-hewan tersebut juga diperiksa kondisi kesehatannya. Pemilik hewan mendapatkan layanan tambahan berupa pemberian vitamin dan obat cacing.
“Hewan-hewan tersebut selain divaksinasi juga diperiksa kesehatan dan diberikan vitamin termasuk pemberian obat cacing,” sambungnya.//////










