Bupati Malang Sanusi Luncurkan ECO Office, OPD dan Kecamatan Didorong Ubah Budaya Kerja

by -34 Views
Wartawan: Ahmad Suseno
Editor: Herry W. Sulaksono
Bupati Malang HM Sanusi didampingi Sekretaris Daerah, Budiar Anwar dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ahmad Dzulfikar Nurrahman saat peresmian kantor ECO Office
aston banyuwangi

Malang, seblang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mulai mendorong perubahan budaya kerja aparatur melalui penerapan ECO Office atau sistem manajemen lingkungan dalam aktivitas perkantoran.

Program tersebut resmi diluncurkan Bupati Malang HM Sanusi di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, Senin (31/8/2026).



DLH menjadi instansi pertama yang diproyeksikan sebagai percontohan penerapan kantor berbudaya lingkungan. Ke depan, konsep serupa diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hingga kantor kecamatan.

Bupati Malang HM Sanusi menegaskan, ECO Office bukan sekadar menata tampilan kantor agar terlihat bersih dan hijau. Lebih dari itu, program tersebut harus menjadi bagian dari perubahan perilaku aparatur dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

“Perubahan perilaku itu yang paling penting. Kepala daerah dan seluruh aparatur pada dasarnya adalah pelayan masyarakat. Karena itu, kemandirian, efisiensi, dan budaya menjaga lingkungan harus dimulai dari lingkungan kerja kita sendiri,” kata Sanusi.

Menurutnya, DLH harus mampu menjadi percontohan bagi perangkat daerah lainnya dalam menerapkan manajemen lingkungan sekaligus membangun budaya kerja yang mandiri dan efisien.

Sanusi juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang menyiapkan regulasi dan langkah pelaksanaan agar penerapan ECO Office tidak berhenti di DLH.

“Nanti penerapannya bisa dimulai dari kepala OPD dan camat. Saya sudah meminta Sekda untuk menyiapkan regulasi pelaksanaannya, sehingga program ini dapat menjadi contoh dan diterapkan secara lebih luas,” tegasnya.

Program ECO Office, lanjut Sanusi, juga sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan efisiensi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Efisiensi tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan kantor, termasuk penggunaan sumber daya secara bijak dan pengurangan sampah.

Ia menilai, budaya menjaga kebersihan lingkungan harus dibangun dari para pimpinan OPD sebelum diterapkan secara menyeluruh kepada seluruh aparatur.

“Budaya bersih lingkungan sekitar harus dimulai dari para kepala OPD. Kalau pimpinannya memberikan contoh, maka budaya itu akan lebih mudah diterapkan oleh seluruh pegawai,” ujarnya.

Sanusi juga menyinggung pentingnya perubahan sistem pengelolaan sampah. Menurutnya, pengelolaan tempat pemrosesan akhir (TPA) di sejumlah negara telah berkembang menjadi ruang yang bersih, tidak menimbulkan bau, bahkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi maupun rekreasi keluarga.

Hal tersebut, kata dia, dapat diwujudkan apabila pengelolaan sampah dilakukan sejak dari sumbernya melalui pemilahan dan perubahan perilaku masyarakat.

iklan warung gazebo