Kemarau, Dinas PU Pengairan Banyuwangi Petakan Titik Kekurangan Air untuk Pertanian

by -18 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Cahyanto Hendri Wahyudi saat memberikan sambutan
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi memetakan sejumlah titik yang mengalami kekurangan air irigasi selama musim kemarau. Embung hingga sumur bor menjadi opsi yang dikaji untuk mengatasi persoalan tersebut.

Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Cahyanto Hendri Wahyudi mengatakan pemetaan dilakukan untuk mengetahui titik-titik pertanian yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.



“Untuk sementara memang kita maksimalkan sumber daya yang ada, sumber daya air yang ada,” kata Cahyanto di sela kegiatan Gebyar Merah Putih HUT Kemerdekaan RI ke-81, Senin (31/8/2026)

Menurutnya, persoalan kekurangan air tidak bisa diselesaikan dengan cara yang sama di setiap wilayah. Sebab, terdapat lokasi yang memang tidak memiliki sumber air maupun embung.

Karena itu, pihaknya melakukan inventarisasi untuk menentukan penanganan yang tepat. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembangunan embung atau sumur bor.

“Ini sebetulnya permasalahan lama, tetapi kita evaluasi kembali. Tidak semuanya daerah seperti kemarin,” ujarnya.

Cahyanto mencontohkan kondisi di wilayah Purwoharjo. Saat kegiatan panen raya kedelai bersama TNI AL, wilayah tersebut juga mengalami kesulitan air.

“Memang di sana tidak ada sumber air, tidak ada embung,” ungkapnya.

Dinas PU Pengairan kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk memetakan kebutuhan air di wilayah pertanian. Langkah itu dilakukan karena persoalan irigasi berkaitan langsung dengan produktivitas pertanian dan upaya mencapai swasembada pangan.

“Kita coba diskusi dengan pertanian, memang di sana tidak ada sumber air, tidak ada embung. Nah, ini coba nanti kita rangkai, kita konsolidasikan dengan Dinas Pertanian,” jelasnya.

Cahyanto mengatakan pihaknya tidak bisa serta-merta mengatasi kekeringan lahan pertanian dengan mengirim air menggunakan tangki.

“Tidak mungkin untuk irigasi pertanian langsung kita kirim dengan tangki,” tegasnya.

Karena itu, penanganan diarahkan pada solusi yang lebih permanen. Selain meningkatkan jaringan irigasi, Dinas PU Pengairan mengkaji pembangunan embung maupun dam pengatur air untuk mendukung pasokan air ke lahan pertanian.

“Yang pertama jaringan irigasi kita tingkatkan supaya tidak terjadi kekeringan. Yang kedua pembangunan embung ataupun pembangunan dam pengatur air yang itu bisa mengairi persawahan,” kata Cahyanto.

Pemetaan titik rawan kekurangan air tersebut akan menjadi bagian dari perencanaan Dinas PU Pengairan bersama Dinas Pertanian. Pemerintah berharap ketersediaan air untuk lahan pertanian tetap terjaga, terutama di tengah kondisi kemarau.///////

iklan warung gazebo