Tulungagung, seblang.com – Revitalisasi besar-besaran di SMKN 1 Tulungagung tak hanya menghadirkan wajah baru pendidikan vokasi di kawasan Mataraman. Di balik proyek pengembangan sarana pendidikan tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga mendorong lahirnya budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar.
Momentum itu terlihat saat kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke lahan praktik agrobisnis SMKN 1 Tulungagung, Kamis (14/5/2026). Di sela peninjauan program dan fasilitas revitalisasi, jajaran Dindik Jatim menggelar aksi edukasi lingkungan dengan membagikan tumbler kepada siswa.
Kegiatan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Tulungagung-Trenggalek Dian Pemilu Sari.

Pembagian tumbler menyasar siswa yang tengah menjalani praktik di area pertanian, peternakan, dan perikanan sekolah. Area outdoor tersebut dinilai menjadi lokasi yang rentan dipenuhi sampah botol plastik sekali pakai.
Dian Pemilu Sari mengatakan, modernisasi fasilitas sekolah harus dibarengi dengan kesadaran menjaga lingkungan, terutama pada sektor praktik pangan dan pertanian.
“Gedung kita boleh modern, tapi kalau lahan pertanian dan kolam ikannya tercemar mikroplastik, produk pangan yang dihasilkan siswa tidak akan higienis. Pembagian tumbler ini adalah edukasi langsung. Kita ingin memutus ketergantungan anak-anak pada plastik sekali pakai justru dari tempat mereka belajar memproduksi pangan,” katanya.










