Malang, seblang.com – Bupati Malang, HM Sanusi menegaskan pentingnya inovasi berkelanjutan dalam sektor pertanian tebu untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Hal itu disampaikan usai mengikuti tanam perdana Program Bongkar Ratoon tebu bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa secara virtual melalui Zoom Meeting di lahan tebu Kelompok Tani Makmur 2 Bloboh, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Sanusi, Kabupaten Malang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tebu terbesar di Jawa Timur. Karena itu, peningkatan produktivitas dan kualitas tebu menjadi fokus utama pemerintah daerah.
“Hari ini kita bersama-sama menyaksikan tanam perdana Program Bongkar Ratoon tebu bersama Ibu Gubernur Jawa Timur melalui Zoom, Ini artinya kita harus terus-menerus berinovasi dalam rangka meningkatkan produktivitas tebu kita agar tebu ini tetap menjadi penghasilan pokok masyarakat Kabupaten Malang,” kata Bupati Sanusi kepada awak media.
Ia menjelaskan, peningkatan produktivitas akan berdampak langsung terhadap naiknya hasil panen dan pendapatan petani. Namun, kondisi saat ini dinilai masih jauh dari harapan karena keuntungan petani semakin menurun akibat biaya produksi dan sewa lahan yang tinggi.
“Kalau dulu petani punya 10 hektare, setiap tahun bisa beli tanah lagi 1 hektare di Gondanglegi. Sekarang saya dengar dari para petani, kondisinya sudah tidak untung. Dalam 1 hektare pendapatan sekitar Rp40 juta, itu belum dipotong biaya produksi dan biaya sewa lahan yang sekarang bisa mencapai Rp30 juta per hektare. Jadi tinggal sedikit sekali,” tegasnya.
Bupati Sanusi juga menyoroti rendahnya rendemen tebu di wilayah Malang yang masih berada di kisaran 7 hingga 8 persen. Menurutnya, kondisi tersebut harus segera diperbaiki agar petani mendapatkan hasil yang lebih baik.
“Hari ini rendemen masih bertahan di kisaran 7 sampai 8. Ini yang harus ada peningkatan. Rendemen tebu di wilayah Malang memang fluktuatif mengikuti harga pasar dan berbeda dengan zaman dulu saat saya masih bertani tebu,” ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian mulai melakukan langkah strategis untuk memperbaiki kualitas tebu nasional, termasuk melalui Program Bongkar Ratoon.
“Kemarin seluruh kepala daerah mengikuti rapat koordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait Program Bongkar Ratoon. Kementan akan melakukan kajian untuk peningkatan rendemen tebu dengan pola strategi penanaman yang benar,” jelas Bupati Malang.










