“Melalui pemanfaatan AI, sebagian proses tersebut dapat dibantu sehingga guru memiliki lebih banyak kesempatan untuk berfokus pada hal yang paling penting, yaitu mendampingi siswa, membangun karakter, mengembangkan potensi, dan memastikan proses pembelajaran berjalan secara bermakna,” tambah Ilzam.
Namun, imbuhnya perlu pemahaman yang sama bahwa AI bukan pengganti guru. AI adalah alat bantu untuk memperkuat kemampuan guru. Didalam pemanfaatan AI ada etika dan ada keterbatasan.
Pahami manfaatnya dan batasi penggunaanya dengan etika.Teknologi dapat membantu menghasilkan gagasan dan menyusun materi, tetapi sentuhan manusia, keteladanan, empati, penilaian profesional, serta pemahaman guru terhadap karakter siswa tetap tidak dapat diabaikan, tambahnya
Karena itu, lanjut Ilzam pemanfaatan AI harus disertai kemampuan untuk memeriksa kebenaran informasi, menilai kesesuaian materi, menjaga keamanan data, menghormati hak cipta, serta memastikan bahwa hasil yang digunakan benar-benar sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa.
“Jangan sampai kita hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi tidak mampu menilai kualitas hasilnya. Kita ingin guru-guru Banyuwangi menjadi pendidik yang adaptif, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi dengan tanggung jawab,” pungkas Ilzam.












