Bagi Rofiq, kondisi tersebut menunjukkan persoalan peredaran narkoba sudah masuk pada tahap yang mengkhawatirkan. Bukan hanya karena aktivitas transaksi terus berlangsung, tetapi juga karena lingkungan sekitar seolah tidak lagi melihatnya sebagai sesuatu yang salah.
“Ini ada sesuatu yang bermasalah secara etika, secara struktur berpikir tentang salah benar, tentang adab dan moralitas,” tegasnya.
Rofiq menilai penanganan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan tindakan kepolisian. Ketika transaksi tetap berjalan meski polisi berada di lokasi, menurutnya, ada persoalan sosial yang harus dibenahi secara bersama-sama.
“Enggak bisa cuma mengandalkan penegakan hukum. Cost-nya terlalu tinggi,” katanya.
Ia pun meminta masyarakat tidak bersikap pasif ketika mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba di lingkungannya. Informasi dari masyarakat dinilai penting untuk membantu polisi mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.
“Ini PR kita bersama. Butuh komitmen bersama, butuh keinginan bersama untuk sama-sama menekan supaya ruang pergerakan mereka ini bisa kita persempit,” pungkas Rofiq.












