BEC 2026 Buktikan Budaya Banyuwangi Mampu Menembus Panggung Dunia, Perang Bayu Jadi Simbol Perlawanan

by -7 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

“BEC adalah etalase utama untuk menunjukkan keindahan budaya Banyuwangi di panggung dunia,” ujarnya.

Tahun ini BEC mengangkat tema Perang Bayu, sebuah peristiwa heroik ketika rakyat Blambangan berjuang mempertahankan tanah kelahirannya dari kolonialisme Belanda pada abad ke-18. Tema tersebut divisualisasikan melalui kostum-kostum spektakuler yang dibagi dalam beberapa fragmen, menghadirkan kisah perjuangan ke dalam bahasa seni yang mudah dipahami lintas generasi.

Ketua Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PD AMAN) Osing Banyuwangi, Wiwin Indiarti, mengatakan Perang Bayu bukan sekadar catatan sejarah, tetapi warisan nilai yang harus terus dihidupkan.

“Nilai-nilai kegigihan perjuangan dalam Perang Bayu ini harus direvitalisasi dengan baik. BEC menjadi titik awal yang baik untuk menggugah kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga tanah air, budaya dan alam kita, sebagaimana dulu Rempeg Jogopati dan ribuan rakyat Blambangan rela mati demi kemerdekaan bangsa,” tutur penulis alih bahasa Babad Tawangalun tersebut.

Lebih dari seratus talent tampil membawakan kostum bertema Perang Bayu. Mereka berparade sepanjang sekitar dua kilometer, mulai dari Taman Blambangan hingga Jalan Ahmad Yani. Di sepanjang lintasan, ribuan masyarakat dan wisatawan berdesakan memenuhi area pertunjukan demi menyaksikan setiap penampilan yang memadukan seni pertunjukan, koreografi, musik, dan tata busana dalam satu panggung terbuka.

Kemegahan BEC 2026 juga menjadi perhatian para tamu nasional maupun internasional. Hadir Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, perwakilan Kementerian Pariwisata RI, anggota DPR RI, jajaran petinggi BUMN, hingga berbagai kalangan swasta.

Tak hanya itu, parade budaya kebanggaan Banyuwangi ini turut disaksikan delegasi negara-negara ASEAN, East Asia Summit (EAS), dan Pacific Islands Forum (PIF). Kehadiran para tamu mancanegara tersebut menjadi penanda bahwa BEC tak lagi sekadar agenda tahunan daerah, melainkan telah menjelma sebagai panggung diplomasi budaya yang membawa nama Banyuwangi semakin dikenal di tingkat internasional.///////

iklan warung gazebo