Pemkab Banyuwangi juga tidak ingin para lansia hanya menjadi penerima layanan kesehatan. Mereka tetap didorong memiliki aktivitas dan kemampuan menghasilkan pendapatan.
Caranya melalui pelatihan keterampilan dan kewirausahaan. Program ini dijalankan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar.
Pelatihan digelar secara terjadwal di balai desa maupun kelurahan. Jenis keterampilannya disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan peserta.
Di sisi lain, pemantauan kesehatan lansia juga terus diperkuat. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkala dan hasilnya dilaporkan melalui aplikasi SIDAYA.
“Alhamdulillah, upaya Banyuwangi dalam meningkatkan kualitas hidup lansia mendapat apresiasi dari pusat. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat dan memperluas program pemberdayaan lansia,” ujar Mujiono.
Ia menegaskan, Pemkab Banyuwangi ingin para lansia tidak sekadar berumur panjang, tetapi juga menikmati masa tua dengan sehat, mandiri, dan tetap memiliki peran di tengah keluarga maupun masyarakat. (*)











