Bakar Sampah Berujung Kebakaran, Warga Banyuwangi yang Sedang Sakit Nyaris Terjebak Api

by -13 Views
Wartawan: M Yudi Irawan
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Seorang warga yang sedang sakit dan berbaring di dalam rumah nyaris terjebak kobaran api. Kebakaran terjadi setelah sampah yang dibakar seorang pekerja di rumah tetangga diduga belum sepenuhnya padam. Bara api kemudian tertiup angin dan merembet ke rumah warga.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Simbar, RT 001/RW 006, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi Ir. Edy Supriyono, M.M. mengatakan, warga bernama Sugianto AS saat kejadian berada di dalam rumah dalam kondisi sakit dan tengah berbaring.

Kobaran api pertama kali diketahui oleh anak Sugianto yang baru pulang dari sekolah. Melihat api, anak tersebut bersama warga langsung berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan yang tersedia.

“Anaknya baru pulang sekolah melihat ada kobaran api di bagian rumah. Kemudian bersama warga melakukan upaya pemadaman secara manual,” kata Edy.

Namun, angin yang cukup kencang membuat kobaran api semakin membesar. Api kemudian menjalar ke bagian bangunan rumah.

Edy menjelaskan, kebakaran diduga bermula saat seorang pekerja melakukan pembersihan di rumah milik Sutik yang berada di sebelah rumah Sugianto. Rumah tersebut dalam kondisi kosong karena baru dibeli oleh anak Sutik yang saat ini bekerja di luar negeri.

Saat membersihkan halaman, pekerja tersebut membakar sampah. Diduga, api belum sepenuhnya padam ketika ditinggalkan.

Angin kencang yang bertiup dari arah utara menuju selatan kemudian membawa bara atau percikan api hingga menyambar material yang mudah terbakar. Api selanjutnya merembet ke rumah Sugianto yang berada tepat di sebelahnya.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Call Center Damkarmat Banyuwangi pada pukul 13.46 WIB.

Petugas dari Sektor Srono, Sektor Bangorejo, dan Sektor Genteng langsung dikerahkan. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 14.03 WIB dan segera melakukan pemadaman.

“Tim melakukan pemadaman dengan menggelar dua bentang selang ukuran 1,5 inci yang dilengkapi satu nozzle. Untuk memastikan ketersediaan air, suplai dilakukan secara bergantian dari Sektor Srono, Bangorejo dan Genteng,” jelas Edy.

Petugas melakukan penyemprotan dari sisi utara dan selatan untuk memutus penjalaran api. Setelah kobaran berhasil dikendalikan, penyemprotan dilanjutkan ke bagian dalam rumah.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.33 WIB. Petugas kemudian melakukan pendinginan dan penyisiran di seluruh area terdampak untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Penanganan di lokasi selesai sekitar pukul 16.45 WIB.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, bangunan dan perabotan rumah mengalami kerusakan. Total kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp105 juta.

Sebanyak enam personel dari Sektor Srono, Bangorejo, dan Genteng bersama relawan pemadam kebakaran (Redkar) dikerahkan dalam penanganan. Perangkat Desa Tampo, TNI, dan Polri turut membantu proses penanganan di lokasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat agar aktivitas membakar sampah tidak ditinggalkan sebelum api benar-benar padam, terlebih saat kondisi angin cukup kencang karena dapat memicu kebakaran dan membahayakan lingkungan sekitar.///////////

iklan warung gazebo