Jakarta, seblang.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum meminta energi politik tidak dihabiskan untuk memperdebatkan pernyataan mantan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Budi Arie Setiadi. Menurutnya, polemik tersebut tidak memberikan dampak berarti bagi demokrasi.
Anas menilai perdebatan terkait pernyataan Budi Arie hanya akan menjadi perdebatan klise dan saling tuding. Dia pun mengajak semua pihak mengalihkan perhatian pada persoalan yang lebih penting.
“Pertengkaran terkait omongan Budi Arie ini bukanlah hal yang penting. Karena hanya akan menjadi ‘perdebatan klise’ dan ‘baku pertuduhan’,” kata Anas dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Anas menyebut hal yang lebih mendesak adalah bagaimana menciptakan kondisi politik yang lebih teduh. Dia menyebutnya sebagai upaya melakukan “modifikasi cuaca politik” secara serius.
Menurut Anas, salah satu caranya dengan memperbaiki kinerja pemerintah. Kebijakan yang sudah baik harus diimplementasikan dengan benar sehingga hasilnya bisa didorong sampai titik optimal.
Sementara kebijakan yang mendapat kritik, lanjut Anas, perlu dievaluasi dan dikoreksi. Pemerintah tidak perlu ragu melakukan koreksi, termasuk jika persoalannya berada pada level implementasi.
“Berani koreksi adalah baik dan benar. Termasuk jika konteksnya adalah koreksi pada level implementasi,” ujarnya.
Selain kinerja, Anas menilai komunikasi pemerintah juga perlu dibenahi. Kebijakan yang baik harus disampaikan kepada publik dengan komunikasi yang baik.
Begitu pula kebijakan yang mendapat kritik perlu ditanggapi dan dijelaskan secara elegan. Anas mengingatkan agar persoalan komunikasi tidak menimbulkan residu yang justru memperkeruh suasana politik.












