“Kalau terjadi keterlambatan distribusi makanan pemerintah pun tidak bisa berbuat banyak karena itu otoritas syarikah,” katanya.
Menjawab pertanyaan Ketua Rombongan 5 Kloter 54 Surabaya Muhammad Sufyan tentang kampung haji, Muhadjir menjelaskan proses pembebasan tanah masih berlangsung. Kini sudah lebih 50 hektar berhasil dibebaskan. Mudah-mudahan musim haji tahun depan sudah terwujud.
Kampung haji adalah postofolio Presiden Prabowo. Pengadaan kampung haji untuk memberi pelayanan lebih baik bagi jamaah haji Indonesia yang jumlahnya tiap tahun meningkat. Demikian pula jumlah jamaah umrahnya.
Muhadjir berharap pelayanan haji tahun ini lebih baik setelah lahir Kemenhaj. “Karena ditangani kementerian sendiri saya berharap lebih baik. Dulu kan ditangani Kemenag yang diurus itu banyak,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 4 periode ini.
Jamaah haji menurut rencana akan bergerak ke Arafah mulai 24 atau 25 Mei. Ada dua pola. Kebanyakan akan langsung menuju Arafah. Pola kedua yang sesuai sunah Nabi, dari Mekah menuju Mina dan bermalam (mabit) untuk keesokan harinya lanjut ke Arafah. Pola ini antara lain dilakuka jamaah KBIHU Al Multazam Sidoarjo.
Selama sehari tanggal 9 Dzulhijah Jamaah tinggal di Arafah. Salah satu kegiatannya mengikuti Khutbah Wukuf yang akan disampaikan Muhadjir.
Pada malam harinya jamaah akan meninggalkan Arafah menuku Muzdalifah. Selanjutnya pagi harinya akan bergerak menuju Mina untuk melakukan lempar Jumrah Aqabah.
Setelah tahalul ( potong rambut) jamaah tinggal di perkemahan Mina.
Ada dua opsi mabit di Mina. Ada yang pilih selama 2 hari atau disebut navar awal. Ada yang navar tsani atau 3 hari. “Kami ikut navar tsani karena sunah Nabi, “kata Sufyan. (hei)










