Sementara itu, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, yang berhalangan hadir karena tugas luar kota, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh. Ia mengungkapkan rasa haru dan terima kasih besar atas inisiatif ini, mengingat pendidikan adalah kunci masa depan anak-anak.
“Sebagai orang yang juga pernah menempuh pendidikan berkat beasiswa di masa orang tua bergaji kecil, saya sangat mengapresiasi langkah ini. Jangan sampai ada anak putus sekolah hanya karena alasan ekonomi. Harapan kami, kualitas lulusan sekolah baru ini bisa menyamai keunggulan lulusan MBI Amanatul Ummah yang sudah dikenal luas,” ujarnya dengan nada haru.
Ia juga meminta para wali kelas untuk menyebarluaskan informasi ini kepada seluruh orang tua siswa, baik saat pembagian rapot maupun pertemuan wali murid, agar tidak ada satu pun anak yang kehilangan kesempatan emas ini.
“Allah Maha Kaya, asal ada niat, usaha, dan doa yang sungguh-sungguh, cita-cita anak-anak pasti tercapai. Program ini sangat luar biasa dan menjadi solusi nyata agar generasi Mojokerto ke depan semakin maju, cerdas, dan bermartabat,” tutup perwakilan Dinas Pendidikan.
Para wali kelas antusias menyambut baik program sekolah gratis ini dan berkomitmen untuk ikut menyebarluaskan informasi tersebut ke seluruh warga di wilayah masing-masing. (Hr)
Teks foto : Kiai Asep saat memberikan arahan










