5.000 Pelari Bikin Banyuwangi Bergeliat, Soekarno Run Dorong Sport Tourism

by -7 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Skala peserta juga ditargetkan berkembang. Penyelenggara berencana mendatangkan pelari internasional untuk ambil bagian dalam ajang tersebut.

Dengan demikian, event olahraga diharapkan tidak hanya mendatangkan peserta, tetapi juga memperluas eksposur Banyuwangi di tingkat internasional.

Said melihat Banyuwangi mempunyai modal wisata yang dapat mendukung pengembangan konsep tersebut. Ia menyebut Jawa Tengah memiliki Borobudur Marathon sebagai salah satu contoh penggabungan olahraga dengan pariwisata.

Jawa Timur pun dinilai memiliki peluang membangun daya tarik serupa melalui Banyuwangi.

Dari sisi pemerintah daerah, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut Soekarno Run memiliki manfaat yang lebih luas dibanding sekadar aktivitas olahraga.

Kegiatan tersebut menjadi sarana mengenalkan sosok Bung Karno kepada generasi muda. Nilai perjuangan, nasionalisme, dan kecintaan terhadap tanah air disisipkan melalui kegiatan yang dikemas dalam bentuk olahraga.

Di saat bersamaan, event tersebut membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk ikut mengambil manfaat dari kedatangan peserta dan masyarakat.

Konsep sport tourism yang dibawa dalam kegiatan itu mempertemukan olahraga dengan potensi wisata, budaya, serta ekonomi lokal. Pelaksanaannya juga melibatkan dukungan berbagai pihak di luar pemerintah daerah.

Ipuk mengapresiasi tingginya partisipasi peserta serta koordinasi lintas sektor yang membuat kegiatan berjalan lancar dan aman.

“Kita menyambut positif jika tahun depan acara ini kembali digelar di Banyuwangi. Karena jika mengandalkan APBD, kita mungkin bisa menggelar acara seperti ini. Ini adalah bentuk dukungan untuk sport tourism di Banyuwangi,” tegasnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo turut mengikuti langsung Soekarno Run. Ia melihat karakter Banyuwangi menjadi salah satu nilai tambah bagi penyelenggaraan lomba lari.

Para peserta tidak hanya berhadapan dengan lintasan. Mereka juga mendapatkan pengalaman menikmati suasana pagi dan kawasan wisata Banyuwangi.

“Dengan matahari yang terbit lebih cepat di Banyuwangi, para pelari kategori half marathon dan 10K dapat menikmati rute yang sejuk sambil menyapa masyarakat setempat,” kata Ganjar.

Ganjar berharap penyelenggaraan berikutnya dapat dikembangkan dengan menambah nomor full marathon. Potensi wisata yang dimiliki Banyuwangi dinilai dapat menjadi bagian dari pengembangan ajang olahraga tersebut.

“Semoga acara lari selanjutnya dapat menarik lebih banyak peserta untuk datang ke Banyuwangi,” pungkasnya.//////////

iklan warung gazebo