“Pada saatnya nanti bisa disebarkan kepada seluruh petani untuk penanaman jagung dengan bibit yang benar-benar unggul. Itu tentu akan membantu kesejahteraan petani,” katanya.
Kapolda berharap hasil pengembangan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi kawasan Green Farm. Jika benih yang dihasilkan terbukti unggul, penggunaannya dapat diperluas kepada petani.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendukung pengembangan Green Farm sebagai ruang riset pertanian. Menurutnya, benih baru yang lebih unggul dan mampu beradaptasi dengan perubahan cuaca akan membantu meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kita ingin ada peningkatan kesejahteraan petani. Kalau menjadi pusat riset, ada bibit-bibit yang lebih unggul, lebih baru, dan adaptif dengan zaman maupun cuaca, itu sangat bagus ke depannya,” ujar Ipuk.
Pemkab Banyuwangi juga siap memberikan dukungan melalui pelatihan, pemupukan dan pengelolaan lahan.
Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. mengatakan pengembangan pertanian membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, peningkatan produksi harus berjalan bersama pengembangan benih dan perbaikan budidaya.
Panen raya tersebut merupakan bagian dari sinergi Polda Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kwarda Pramuka Jawa Timur, HKTI Jawa Timur dan unsur terkait dengan mengusung tema “Kedaulatan Pangan Martabat Bangsa”.//////











