Ia menjelaskan, sebagai proyek strategis daerah, pembangunan Jembatan Sungai Lembu wajib melalui tahapan review atau audit dari Inspektorat guna memastikan seluruh proses perencanaan hingga penganggaran berjalan sesuai prosedur dan transparan.
“Review dilakukan terhadap perencanaan pekerjaan, RAB, hingga aspek kemanfaatannya. Apalagi sekarang harga BBM juga naik, sehingga perlu ditinjau apakah RAB masih sesuai dengan kondisi saat ini,” ujarnya.
Saat ini, hasil review telah selesai dan dokumen segera diserahkan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk diproses ke tahap tender.
“Jika seluruh proses lelang berjalan lancar dan tidak ada hambatan dalam evaluasi dokumen, pemenang tender diperkirakan dapat ditetapkan sekitar dua pekan ke depan,” kata Cahyanto.
Ia menegaskan, seluruh proses pengadaan dilakukan secara ketat dan mengacu pada rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna menjaga kualitas serta integritas proyek.
Seperti diketahui, Jembatan Sungai Lembu ambles setelah diterjang banjir besar pada 15 Juli 2025. Untuk menjaga akses warga tetap terbuka, Pemkab Banyuwangi bergerak cepat membangun jembatan darurat.
Jembatan darurat khusus roda dua rampung pada 18 Juli 2025. Selanjutnya, dibangun jembatan baja sistem knock down untuk kendaraan roda empat sambil menunggu pembangunan jembatan permanen selesai.










