Aliansi Jurnalis Tulungagung Berduka atas Meninggalnya Cak Sholeh, Catur Santoso: “Beliau Pejuang Keadilan yang Vokal”

by -29 Views
Wartawan: M Adip Raharjo
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Tulungagung, seblang.com – Dunia hukum dan penegakan keadilan di Jawa Timur berduka. Advokat vokal asal Sidoarjo sekaligus pendiri gerakan No Viral No Justice, Muhammad Sholeh, S.H., M.H., yang akrab disapa Cak Sholeh, meninggal dunia pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Cak Sholeh mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Siloam setelah menjalani perawatan intensif selama 20 hari akibat penyakit autoimun yang dideritanya dalam lima tahun terakhir.

Kabar duka tersebut memantik empati dari berbagai kalangan, termasuk insan pers. Ketua Aliansi Jurnalis Tulungagung (AJT), Catur Santoso, turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya sosok advokat yang dikenal vokal dalam memperjuangkan keadilan.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama keluarga besar Aliansi Jurnalis Tulungagung, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Kita semua merasa sangat kehilangan sosok pengacara rakyat yang konsisten membela masyarakat kecil,” ujar Catur Santoso, Jumat (7/8/2026).

Menurut Catur, dedikasi Cak Sholeh dalam mengawal keadilan melalui slogan No Viral No Justice telah memberikan warna baru dalam penegakan hukum di Indonesia. Keberanian almarhum menyuarakan kebenaran serta keterbukaannya kepada media membuatnya memiliki tempat tersendiri di hati para jurnalis.

“Semangat perjuangan beliau dan keberaniannya dalam mengawal kasus-kasus publik akan selalu menjadi inspirasi. Beliau membuktikan bahwa hukum harus hadir untuk semua lapisan masyarakat,” tambah Catur.

Keluarga Besar Aliansi Jurnalis Tulungagung mendoakan agar almarhum Cak Sholeh husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, serta seluruh amal ibadah dan kebaikannya diterima di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, keikhlasan, dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.////////

iklan warung gazebo