Banyuwangi, seblang.com – Latihan Bersama (Latma) Garuda Shakti 2026 antara prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 515/Ugra Tapa Yudha (UTY) Kostrad dengan Batalyon 12 Para Special Forces (SF) Angkatan Darat India resmi ditutup, Kamis (05/11/2026). Latihan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kemampuan tempur sekaligus mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama militer kedua negara.
Selama rangkaian latihan, prajurit Indonesia dan India mendapatkan berbagai materi peningkatan kemampuan teknis dan taktis, khususnya dalam menghadapi pertempuran di medan hutan dan pegunungan.
Komandan Yonif 515/UTY Kostrad, Letkol Inf Edy Pramono, S.Hub.Int., M.H.I., menjelaskan, salah satu materi utama dilaksanakan di Daerah Latihan Desa Pakel, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Selama tiga hari tiga malam, kedua pasukan menjalani simulasi perang hutan dengan berbagai skenario operasi.

Materi yang diberikan meliputi patroli, pelacakan atau tracking untuk menemukan keberadaan musuh, penanganan kontak tembak, simulasi penanganan korban, hingga evakuasi korban.
Prajurit juga melaksanakan infiltrasi ke sasaran melalui jalur udara menggunakan helikopter Bell dengan teknik fast roping.
Dalam latihan tersebut, digunakan persenjataan infanteri berupa senjata ringan dan senjata sniper. Sementara amunisi yang digunakan terdiri dari amunisi tajam untuk latihan menembak serta amunisi hampa sesuai indeks perorangan.
Menurut Letkol Edy, latihan bersama ini tidak sekadar mengasah kemampuan tempur, tetapi juga meningkatkan profesionalisme prajurit melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, teknik, dan taktik militer.
Salah satu materi penting yang turut dilatihkan adalah penanganan korban di medan pertempuran melalui teknik Tactical Combat Casualty Care (TCCC). Kemampuan tersebut dinilai sangat penting untuk memastikan prajurit mampu memberikan pertolongan awal secara tepat dan cepat serta mempercepat proses evakuasi medis guna meminimalkan risiko kecacatan maupun kematian.

Sementara itu, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., menilai pelaksanaan Garuda Shakti 2026 berjalan sangat baik. Menurutnya, latihan bersama menjadi sarana strategis bagi kedua negara untuk saling bertukar pengetahuan, taktik, dan teknik militer.
Ia menjelaskan, Indonesia memperoleh pengalaman mengenai penanganan ancaman terorisme dari pasukan India. Sebaliknya, Indonesia juga berbagi pengetahuan dan kemampuan, khususnya teknik menembak menggunakan senjata ringan hingga kemampuan penembak runduk atau sniper.
Primadi menambahkan, perbedaan karakteristik wilayah Indonesia dan India justru menjadi kesempatan bagi kedua angkatan darat untuk saling memahami tantangan pertahanan masing-masing negara.
India memiliki wilayah perbatasan darat yang luas dengan sejumlah negara, sedangkan Indonesia memiliki karakteristik wilayah kepulauan dengan perbatasan laut yang panjang.











