Jeritan Sahyati di Negeri Jiran: PMI Asal Situbondo Sakit dan Terlantar, Disnaker Gerak Cepat

by -12 Views
Writer: Kadari
Editor: Herry W Sulaksono
Kepala Disnaker Situbondo, Holil Saat Berada di Rumah Keluarga Sahyati di Jangkar
iklan aston

Situbondo, seblang.com – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, bernama Sahyati (57), dilaporkan terlantar dalam kondisi sakit di Malaysia.

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Situbondo bergerak cepat untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia guna menangani kasus ini.



Kepala Disnaker Situbondo, Holil, menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi mengenai kondisi Sahyati yang memprihatinkan. “Langkah pertama yang kami lakukan adalah berkoordinasi dengan pihak keluarga di Situbondo untuk mendapatkan informasi detail mengenai keberadaan Bu Sahyati di Malaysia,” ujarnya, Sabtu (5/4/2025).

Disnaker Situbondo juga berusaha mendapatkan nomor kontak Sahyati dari pihak keluarga. “Hari ini kami akan mengirimkan surat resmi ke Kedutaan Besar di Malaysia untuk meminta perlindungan bagi Bu Sahyati. Kami ingin memastikan beliau tidak terlantar, mendapat perawatan medis yang layak, dan kebutuhan makannya terpenuhi,” tambah Holil.

Pihak Disnaker Situbondo meminta agar Sahyati diamankan di kantor kedutaan di Malaysia agar bisa diobati hingga sembuh. Setelah kondisinya membaik, Disnaker Situbondo akan berkoordinasi untuk pemulangannya ke Indonesia, dimulai dari bandara Juanda hingga ke rumah keluarganya di Jangkar.

Menurut keterangan keluarga, Sahyati telah sakit sekitar enam bulan dan sempat dirawat di rumah sakit.

“Setelah cukup lama di rumah sakit dan kondisinya tidak membaik, beliau dikeluarkan dan dibawa oleh pengemudi Grab ke sebuah restoran, lalu ditinggalkan di sana,” ungkap Holil.

Sahyati kemudian ditemukan oleh seorang WNI bernama Miswati, yang berupaya melindunginya.

“Kami telah menghubungi Ibu Miswati untuk bernegosiasi dan berkoordinasi dengan pihak kedutaan agar Bu Sahyati bisa diamankan di kedutaan. Kami tahu kondisinya, kakinya bengkak, tetapi untuk penyakit resmi kami belum tahu,” jelas Holil.

Holil menegaskan bahwa pemerintah akan melindungi setiap warga negara Indonesia di luar negeri tanpa biaya. “Kami telah bertemu dengan pihak keluarga dan mengimbau agar mereka tidak melayani pihak-pihak yang mengatasnamakan ingin membantu pemulangan dengan meminta biaya,” tegasnya.

Disnaker Situbondo berharap pihak keluarga terus berkoordinasi dengan mereka untuk perkembangan lebih lanjut.

“Kami akan terus mengawal kasus ini hingga Bu Sahyati bisa kembali ke tanah air dengan selamat,” pungkas Holil.

iklan warung gazebo