Selanjutnya dia berharap setelah menggelar Traditional Massage Treatment akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari layanan tamu hotel. Tidak menutup kemungkinan para Pimpinan SKPD dan ASN dengan beban kerja yang cukup berat sebenarnya membutuhkan relaksasi lebih familiar dengan layanan SPA.
Sementara Ami, Ketua Perkumpulan Komunitas SPA Banyuwangi, merasa bangga dengan adanya kegiatan Traditional Massage Treatment. Dimana para terapis SPA dapat memperkenalkan SPA yang sebenarnya secara luas kepada masyarakat. Dengan adanya kegiatan yang digelar mereka merasa optimis bisa bangkit lagi ditengah suasana pandemi yang berlangsung.
“Dengan kegiatan ini, kita menunjukkan bahwa SPA kita ini murni dan sehat. Saya sendiri sudah 7 tahun bergelut dibidang SPA dan berharap kedepan SPA semakin berkembang dan menjadikan Banyuwangi dengan branding Banyuwangi Sehat. Dan tentunya kita terus berinovasi dengan teknik-teknik massage yang baru seiring perkembangan zaman,” pungkas Ami.
Untuk mendapatkan layanan pada Traditional Massage Treatment pengunjung harap menyiapakna biaya Rp .50 ribu per 30 menit dan Rp. 100 untuk satu jam.
Dalam Tradisional Massage Festival yang digelar dua hari tercatat ratusan pengunjung yang mendaftarkan diri untuk mendapatkan layanan dan menikmati sensasi terapi SPA di berbagai hotel pilihan di Banyuwangi.//










