“Yang mau bikin usaha, daftarkan sekarang. Nanti bisa tetap berjualan di sini. Insya Allah ke depannya akan kita bantu gerobak jualannya. Tapi, penempatan gerobaknya yang rapi. Saya juga minta tolong jaga kebersihan. Terutama masalah sampahnya,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Mimik juga mengajak warga Durungbedug untuk ikut mempercantik lingkungan tempat tinggal. Salah satunya dengan menanam bunga bougenville.
Menurutnya, bougenville mudah dirawat, tahan terhadap panas, memiliki bunga yang indah, dan harganya relatif murah. Bahkan, potongan tangkainya dapat langsung ditanam untuk dikembangkan.
“Ayo tanam di rumah masing-masing. Setiap jalan ditanami. Kalau sudah berbunga, akan membuat lingkungan itu cantik,” ajaknya.
Sementara itu, Kepala Desa Durungbedug M. Iskaq menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap pelaksanaan CFD dan bazar UMKM tersebut.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut akan dijadikan agenda rutin Pemerintah Desa Durungbedug. Setiap Minggu, Jalan Desa Durungbedug akan ditutup mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB untuk pelaksanaan CFD.
“Kegiatan ini sudah beberapa bulan kita rencanakan. Alhamdulillah, dengan dukungan pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten, kegiatan sukses terlaksana,” ucapnya.
M. Iskaq menambahkan, bazar UMKM tidak hanya diperuntukkan bagi warga Desa Durungbedug. Pelaku UMKM dari desa lain juga diperbolehkan mengisi stan penjualan.
Pemdes Durungbedug hanya menarik retribusi kebersihan dan keamanan sebesar Rp5 ribu per lapak.
“Ini sementara sekitar 360 UMKM. Khusus warga Durungbedug 300. Selebihnya warga lain,” ujarnya. (hst)










