Kelas profesional yang diperlombakan meliputi Men Elite, Women Elite, Men Junior, Men Youth, Men Expert A dan B, serta Men Sport A dan B.
Sementara itu, kelas tambahan terdiri dari Beyond A dan B, Men Pra Youth, Women Open, Master A, B, C, D, E, F, dan G, serta Men Expert C.
Hasil Final Run
Dengan label Class 1 dari UCI, Gantasan Bike Park memiliki beragam karakter lintasan menantang dan obstacle yang lengkap. Menaklukkan trek downhill terbaik di Banyuwangi ini bukan perkara mudah.
Selain karakter line yang keras dan licin, berbagai rintangan seperti drop, big drop, rock garden, berm hingga table top menuntut skill rider yang mumpuni agar mampu melaju dengan aman hingga garis finis.
Pada final run, Agung Prio Apriliano tampil dengan performa terbaik dan keluar sebagai juara Men Elite.
Downhiller dari Astrindo Racing Team tersebut mampu membaca line dengan baik dan melewati berbagai obstacle secara mulus. Ia menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 3 menit 18,249 detik.
Pahraz Salman Alparisi dari Underdog PSA harus puas di peringkat kedua dengan catatan waktu 3 menit 20,414 detik. Sementara posisi ketiga diraih Yosi Saputro dari YETI Tribe Indonesia Racing Team dengan waktu 3 menit 22,120 detik.
“Saya bersyukur karena bisa menjadi juara di BIG Downhill 2026. Padahal, kemarin di sesi seeding run saya sempat mengalami mechanical trouble, yaitu pecah ban depan di rock garden,” ujar Agung Prio seusai naik podium juara.
Menurutnya, hasil kurang maksimal pada sesi seeding run sempat memengaruhi mental dan menambah tekanan menjelang final.
“Tapi, kunci kemenangan saya adalah berusaha untuk tetap percaya diri dan lebih antisipatif menambah tekanan angin agar tidak pecah ban lagi,” tambahnya.
Pada kelas Women Elite, persaingan juga berlangsung sengit. Kombinasi trek yang menantang dengan cuaca panas dan kering mampu ditaklukkan Nilna Murni Ningtyas yang akhirnya berdiri di podium tertinggi.
Atlet andalan Spartan Racing Team tersebut mencatatkan waktu 3 menit 48,214 detik.
Ia unggul atas Milatul Khaqimah dari Nukeproof Axxes Racing Team yang finis di posisi kedua dengan waktu 3 menit 49,567 detik. Posisi ketiga ditempati Ayu Tria Andriana dari Alaska Squad dengan catatan waktu 3 menit 53,159 detik.
“Tadi saya sempat gugup saat final run karena saya start terakhir dan rider-rider lain juga kencang. Tapi, saya sanggup mengendalikan emosi dan fokus dengan strategi sendiri,” kata Nilna.
Menurutnya, lintasan Gantasan Bike Park tahun ini cukup panjang sehingga tidak hanya mengandalkan skill, tetapi juga membutuhkan kondisi fisik dan setting sepeda yang tepat.
“Dari awal target saya memang menjadi juara di sini. Alhamdulillah, saya sanggup memenuhinya,” ujarnya.
Sementara itu, Dimas Aradhana kembali membuktikan diri sebagai salah satu rider potensial di kelas Men Junior.
Dimas meraih juara dengan catatan waktu 3 menit 21,557 detik setelah bersaing ketat dengan Nazwa Agazani.
Nazwa hanya tertinggal 0,03 detik dan menempati posisi kedua dengan waktu 3 menit 21,890 detik. Sementara posisi ketiga diamankan rider tuan rumah asal Banyuwangi, Ahmad Nasywa Ridhodin dari Sego Anget Racing Team, dengan catatan waktu 3 menit 23,396 detik.
Hasil 5 Besar Final Run Men Elite
- Agung Prio Apriliano – Astrindo Racing Team – 3 menit 18,249 detik
- Pahraz Salman Alparisi – Underdog PSA – 3 menit 20,414 detik
- Yosi Saputro – YETI Tribe Indonesia Racing Team – 3 menit 22,120 detik
- Pandu Satrio Perkasa – Sego Anget Racing Team – 3 menit 25,590 detik
- Mohammad Abdul Hakim – 76Rider Downhill Squad – 3 menit 27,653 detik
Hasil 5 Besar Final Run Women Elite
- Nilna Murni Ningtyas – Spartan Racing Team – 3 menit 48,214 detik
- Milatul Khaqimah – Nukeproof Axxes Racing Team – 3 menit 49,567 detik
- Ayu Tria Andriana – Alaska Squad – 3 menit 53,159 detik
- Tsuraya Azwa Pambudi – YETI Tribe Indonesia Racing Team – 3 menit 56,382 detik
- Nining Porwaningsih – Anindya Racing Team – 3 menit 57,495 detik//////////










