Pendampingan tidak hanya menyangkut kebutuhan rehabilitasi, tetapi juga membantu anak dan keluarga mengakses berbagai layanan dasar.
Indah mencontohkan salah satu anak di Klatak yang menyandang cerebral palsy dan membutuhkan terapi. Karena berasal dari keluarga kurang mampu, biaya terapi menjadi salah satu kendala.
CBR Worker kemudian membantu memastikan administrasi kependudukan anak tersebut lengkap, sebelum menghubungkannya dengan berbagai layanan yang dibutuhkan, termasuk jaminan sosial seperti PBI hingga layanan terapi gratis.
“Contohnya ada salah satu anak di Klatak yang menyandang cerebral palsy dan membutuhkan terapi. Namun karena berasal dari keluarga kurang mampu, mereka kesulitan membiayai terapi,” terang Indah.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas dukungan Liliane Foundation bersama NLR Indonesia dan para mitra pelaksana di Banyuwangi.
Menurut Ipuk, pembangunan inklusif membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar akses terhadap layanan, pendidikan, pekerjaan, hingga kesempatan untuk berkembang dapat semakin terbuka bagi penyandang disabilitas.
“Pemkab terus berkomitmen menjadi daerah inklusi melalui berbagai program. Namun, tentunya tangan pemerintah sangat terbatas. Karena itu, adanya dukungan dari Liliane Foundation dan segenap tim sangat kami apresiasi,” kata Ipuk.
Pemkab Banyuwangi selama ini terus mengembangkan kebijakan dan program untuk memperkuat inklusivitas. Salah satunya melalui Rembug Disabilitas yang digelar setiap tahun sebagai ruang untuk menyerap aspirasi dan kebutuhan penyandang disabilitas.
Penguatan juga dilakukan melalui sistem layanan pendidikan inklusif, pembukaan kesempatan karier bagi penyandang disabilitas melalui formasi Aparatur Sipil Negara (ASN), serta pelatihan kerja terapan, seperti pertukangan.
Di sektor ekonomi, Pemkab turut memfasilitasi legalitas usaha bagi pelaku UMKM penyandang disabilitas, antara lain melalui Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, dan sertifikasi halal.
Berbagai upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan pembangunan yang memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi seluruh warga Banyuwangi.
“Semangatnya adalah setara,” pungkas Ipuk.///////////










