Dia mengungkapkan keberadaan seorang Romo Moderator menjadi kebutuhan mendasar dalam mengarahkan gerak langkah organisasi agar tetap berakar pada nilai-nilai spiritual.
“Pemuda Katolik harus memiliki Romo Moderator sebagai pembimbing iman. Kami menyadari bahwa dalam menjalankan roda organisasi, tidak hanya diperlukan semangat berkarya, tetapi juga pendampingan rohani agar setiap langkah tetap berada dalam koridor nilai-nilai keimanan,” ujar Iwan.
Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran berbagai organisasi kepemudaan yang turut memberikan dukungan dalam momentum tersebut, antara lain; organisasi mahasiswa dan kepemudaan seperti GMNI, HMI, serta organisasi kepemudaan keagamaan lainnya di Banyuwangi.
Menurut dia, sinergi lintas organisasi menjadi kekuatan penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, toleran, dan penuh semangat kebangsaan.
“Kehadiran teman-teman dari berbagai organisasi ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus bergerak bersama, merawat kebhinekaan, dan memperkuat persaudaraan di Banyuwangi,” tambahnya.
Kegiatan pengukuhan ini tidak hanya menjadi seremoni formal, tetapi juga momentum awal bagi Pemuda Katolik Banyuwangi untuk meneguhkan komitmen dalam berkontribusi aktif di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang sosial, keagamaan, dan kebangsaan.










