Menurutnya, pengembangan inovasi otomotif terus dilakukan sebagai bagian dari upaya sekolah menyiapkan lulusan yang siap masuk dunia industri.
Di bawah kepemimpinannya, SMKDuta juga terus mendorong budaya inovasi dan pembelajaran berbasis praktik. Sekolah tersebut dikenal aktif mengikuti pengembangan teknologi otomotif dan berbagai kompetisi kejuruan.
“Visi kami menjadikan SMKDuta sebagai jembatan menuju industri masa depan,” jelasnya.
Selain menampilkan mobil listrik karya siswa, SMKN 2 Tulungagung juga menerima bantuan revitalisasi berupa pembangunan enam ruang kelas baru (RKB) dalam program penguatan sarana pendidikan vokasi Jawa Timur.
Tambahan fasilitas itu diharapkan mendukung pengembangan pembelajaran dan eksperimen siswa, khususnya di bidang otomotif dan kelistrikan kendaraan.
“Dengan fasilitas yang memadai dan kurikulum Ototronik yang kuat, kami optimistis dapat melahirkan teknisi-teknisi andal yang dibutuhkan industri mobil listrik,” ungkapnya.










