Kampung Pancasila Kembali Digelar di Surabaya, Ning Lia Puji Cak Eri Hidupkan Semangat Pancasila dan Gotong Royong

by -8 Views
Wartawan: Adi Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Menurut Ning Lia, Pancasila tidak hanya dimaknai sebagai materi pendidikan kewarganegaraan atau simbol kenegaraan. Nilai-nilainya harus diterjemahkan menjadi tindakan sosial, seperti membantu tetangga, menjaga lingkungan, membangun toleransi, menguatkan ekonomi warga, dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.

Keberlangsungan bangsa, lanjut Ning Lia, bukan hanya soal kuatnya institusi negara, melainkan juga kekuatan masyarakat sipil atau civil society sebagai kekuatan sosial di luar struktur pemerintahan.

Negara bertugas membuat kebijakan dan menyediakan ruang, namun kebijakan tersebut membutuhkan masyarakat yang mau terlibat, peduli, dan memiliki kepercayaan terhadap institusi negara.

Dalam forum kebangsaan bersama pemuda, Ning Lia juga mengaitkan hal tersebut dengan pemikiran Ibnu Khaldun mengenai siklus sosial dan potensi disintegrasi ketika hubungan emosional antara masyarakat dan negara melemah.

“Ketika warga terbiasa saling membantu, muncul solidaritas. Ketika masyarakat merasa didengar dan dilibatkan, kepercayaan tumbuh. Dan ketika negara hadir melalui kebijakan yang dirasakan manfaatnya, hubungan antara negara dan masyarakat menjadi semakin kuat,” ucap Ning Lia.

Lebih lanjut, Ning Lia menekankan tiga hal penting untuk keberlangsungan bangsa, yakni pendidikan berkualitas, demokrasi yang sehat, dan kesepakatan publik mengenai arah pembangunan nasional.

Ia juga menekankan pentingnya public trust atau kepercayaan publik terhadap institusi negara.

“Benang merahnya adalah hubungan timbal balik. Pemerintah membutuhkan kepercayaan masyarakat. Masyarakat membutuhkan pemerintah yang hadir dan bekerja. Di antara keduanya terdapat ruang sosial yang disebut civil society. Dan Kampung Pancasila dapat menjadi salah satu ruang tersebut,” pungkasnya. (*/ady)

iklan warung gazebo