“Kami fokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Kami mendorong agar ASN tidak berhenti sebagai pelaksana administrasi, tetapi hadir sebagai pelayan masyarakat, pemberi solusi, dan penggerak perubahan. Serta memastikan warga mendapatkan pelayanan yang semakin cepat, mudah, transparan, dan berkeadilan,” katanya.
Upaya tersebut sejalan dengan pembangunan Banyuwangi yang terus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbagai capaian daerah menjadi salah satu indikator perkembangan pembangunan yang berlangsung melalui kerja bersama pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
Pada 2025, perekonomian Banyuwangi tumbuh sebesar 5,65 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 4,68 persen. Pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan pembangunan.
Selain itu, angka kemiskinan Banyuwangi turun dari 6,54 persen pada 2024 menjadi 6,13 persen pada 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dari 74,30 menjadi 75,17 pada periode yang sama.
Mujiono menyebut capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang turut berkontribusi dalam pembangunan Banyuwangi.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat Banyuwangi. Capaian tersebut menjadi upaya sekaligus dukungan Banyuwangi untuk memajukan daerah, sekaligus kemajuan Jawa Timur,” ujarnya.
Upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tersebut turut dihadiri Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan, Kepala BNN Kabupaten Banyuwangi Kombes Pol Rachmat Kurniawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo, serta perwakilan instansi vertikal.////////












