Ajakan untuk melakukan pemeriksaan dini kanker leher rahim semakin sering disampaikan melalui puskesmas, rumah sakit, dan kampanye kesehatan di media sosial. Pemeriksaan seperti pap smear dan IVA (inspeksi visual dengan asam asetat) kini lebih mudah diakses. Meski begitu, masih banyak perempuan yang menunda pemeriksaan karena merasa sehat, malu, atau takut dengan hasilnya.
Padahal, kanker leher rahim termasuk jenis kanker yang dapat dicegah dan dideteksi sejak dini. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa kanker leher rahim merupakan jenis kanker keempat yang paling banyak ditemukan pada perempuan di seluruh dunia. Pada 2022, diperkirakan terdapat sekitar 660.000 kasus baru. WHO juga menekankan bahwa skrining dan penanganan lesi prakanker merupakan salah satu langkah penting untuk menekan angka kasus.
Para dokter kandungan menilai bahwa kesadaran untuk memeriksakan diri perlu dibangun sejak usia produktif. Menjalani skrining rutin bersama dokter obgyn terbaik di jakarta maupun di fasilitas kesehatan terdekat dapat membantu perempuan mengetahui kondisi leher rahimnya sebelum muncul keluhan.
Bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kelainan yang memerlukan tindakan, pasien juga dapat berdiskusi dengan dokter mengenai pilihan penanganan lanjutan dengan bedah robotik atau metode lain yang sesuai dengan tahap dan jenis kondisinya.
Mengapa Skrining Tetap Penting Meski Tidak Ada Keluhan?
Perubahan sel pada leher rahim dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala. Jika sudah berkembang menjadi kanker, keluhan seperti perdarahan setelah berhubungan intim, perdarahan di luar jadwal haid, atau nyeri panggul dapat muncul.
Karena itu, skrining dilakukan justru saat perempuan merasa sehat. Tujuannya adalah menemukan perubahan sel prakanker yang masih bisa ditangani dengan lebih sederhana sebelum berkembang menjadi kanker.
Menurut Kementerian Kesehatan RI pada Januari 2026, kanker leher rahim masih menjadi kanker terbanyak kedua pada perempuan Indonesia, dan sekitar 70 persen kasus baru terdiagnosis pada stadium lanjut.
Mengenal Pap Smear dan IVA
Pap smear, IVA, dan tes HPV merupakan beberapa metode yang dapat digunakan untuk membantu mendeteksi risiko kanker leher rahim. Ketiganya memiliki cara kerja yang berbeda.
- Pap smear: mengambil sedikit sampel sel dari leher rahim untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini bertujuan menemukan perubahan sel yang tidak normal.
- IVA: mengoleskan cairan asam asetat pada leher rahim. Perubahan warna yang terlihat dapat membantu tenaga kesehatan mengenali area yang dicurigai mengalami kelainan
- Tes HPV: memeriksa apakah terdapat virus HPV tipe berisiko tinggi yang dapat menyebabkan kanker leher rahim.
- jenis pemeriksaan yang dipilih bergantung pada usia, riwayat kesehatan, panduan skrining yang digunakan, dan ketersediaan fasilitas kesehatan.
Dokter atau tenaga kesehatan akan menjelaskan jadwal pemeriksaan ulang berdasarkan hasil skrining yang diperoleh.
Hambatan yang Masih Sering Ditemui
Di lapangan, tenaga kesehatan masih menemui berbagai alasan yang membuat perempuan enggan menjalani skrining. Beberapa di antaranya adalah:
- Rasa malu atau tidak nyaman menjalani pemeriksaan area intim
- Anggapan bahwa skrining hanya perlu dilakukan bila ada keluhan
- Kekhawatiran berlebihan terhadap hasil pemeriksaan
- Keterbatasan waktu karena pekerjaan dan urusan rumah tangga
Penjelasan yang mudah dipahami dapat membantu perempuan mengenal manfaat pemeriksaan dan mengurangi rasa takut atau malu saat menjalani skrining. Perempuan juga dianjurkan untuk tidak ragu bertanya kepada tenaga kesehatan mengenai prosedur pemeriksaan agar merasa lebih tenang.
Bila Hasil Skrining Tidak Normal
Hasil skrining yang tidak normal tidak selalu berarti kanker. Hasil skrining yang tidak normal belum tentu berarti kanker. Hasil tersebut bisa menunjukkan adanya infeksi HPV atau perubahan sel yang perlu diperiksa lebih lanjut. Dokter mungkin menyarankan pemeriksaan menggunakan alat pembesar khusus yang disebut kolposkopi atau mengambil sedikit jaringan untuk diperiksa di laboratorium (biopsi). Pada kasus tertentu, dokter dapat merekomendasikan tindakan untuk mengangkat jaringan yang bermasalah.
Pada kondisi yang memerlukan operasi lebih besar, perkembangan teknologi bedah saat ini memberi lebih banyak pilihan. Menurut artikel perbedaan teknik bedah dari dr. Sita Ayu Arumi, metode operasi dapat dipilih berdasarkan jenis penyakit, kompleksitas kasus, dan kondisi pasien, mulai dari operasi terbuka, laparoskopi, hingga bedah robotik. Dalam artikel Teknologi Bedah Robotik: Penyakit Apa Saja yang Bisa Ditangani dan Berapa Lama Pemulihannya? dari dr. Sita Ayu Arumi, dijelaskan bahwa bedah robotik membantu dokter melakukan operasi melalui sayatan kecil dengan bantuan sistem kamera dan instrumen khusus. Pada kasus tertentu, pendekatan ini dapat membantu mengurangi trauma jaringan.
Peran Vaksin HPV dalam Pencegahan
Selain skrining, pencegahan kanker leher rahim juga dilakukan melalui vaksinasi HPV. Vaksin HPV membantu melindungi tubuh dari beberapa jenis virus HPV yang dapat menyebabkan kanker leher rahim. Vaksinasi paling optimal diberikan sebelum seseorang terpapar virus, sehingga program vaksinasi banyak menyasar anak perempuan usia sekolah.
Namun, perempuan yang sudah menerima vaksin HPV tetap dianjurkan menjalani skrining sesuai jadwal. Vaksin tidak melindungi dari semua tipe HPV, sehingga skrining tetap berperan penting untuk mendeteksi perubahan sel yang mungkin terjadi. Kombinasi vaksinasi, skrining rutin, dan tindak lanjut yang tepat menjadi strategi yang saling melengkapi dalam menjaga kesehatan leher rahim.
FAQ
Kapan perempuan sebaiknya mulai menjalani skrining leher rahim?
Usia untuk mulai skrining bergantung pada panduan yang digunakan dan kondisi kesehatan masing-masing perempuan. Sebaiknya tanyakan kepada dokter atau tenaga kesehatan mengenai waktu pemeriksaan yang sesuai. Perempuan dengan kondisi tertentu, seperti yang memiliki daya tahan tubuh lemah, mungkin memerlukan jadwal pemeriksaan yang berbeda.
Apakah pap smear terasa sakit?
Pap smear biasanya berlangsung singkat. Sebagian perempuan mungkin merasakan tekanan atau sedikit tidak nyaman saat sampel diambil, tetapi tingkat kenyamanan setiap orang bisa berbeda.
Apakah skrining leher rahim bisa dilakukan di puskesmas?
Sejumlah puskesmas menyediakan pemeriksaan IVA atau layanan skrining kanker leher rahim lainnya. Jenis pemeriksaan dan jadwal layanan dapat berbeda di setiap fasilitas. Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada puskesmas terdekat.
Kesimpulan
Pap smear, IVA, dan tes HPV merupakan beberapa metode yang dapat membantu menemukan tanda awal perubahan pada leher rahim atau infeksi HPV berisiko tinggi sebelum berkembang menjadi kanker. Karena perubahan awal pada leher rahim sering tidak menimbulkan gejala, pemeriksaan sesuai jadwal yang dianjurkan tetap penting meskipun tubuh terasa sehat. Dengan pemeriksaan rutin dan tindak lanjut yang tepat, perempuan dapat menjaga kesehatan reproduksinya dengan lebih baik.


