Setibanya di bandara, penumpang juga disambut pertunjukan tari Gandrung. Pertunjukan dijadwalkan berlangsung pada pukul 10.00 WIB dan 17.00 WIB. Selain itu, penyambutan khusus direncanakan pada Minggu (25/10/2026) pukul 17.00 WIB.
Rangkaian penyambutan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman wisata berbasis budaya sejak wisatawan pertama kali menginjakkan kaki di Banyuwangi.
Antusiasme menyaksikan Gandrung Sewu juga dirasakan Rika, wisatawan asal Bandung. Ia sengaja datang lebih awal agar bisa melihat persiapan pertunjukan di Pantai Marina Boom pada Jumat sore (23/10/2026).
“Saya sengaja datang lebih awal supaya bisa melihat persiapannya. Gandrung Sewu menarik untuk disaksikan karena melibatkan banyak penari dan menampilkan budaya khas Banyuwangi,” kata Rika.
Ketertarikan Rika semakin besar setelah seorang temannya menceritakan pertunjukan mini Gandrung Sewu di Jakarta pada Rabu (14/10/2026). Ia mendapat gambaran tentang pertunjukan dengan tampilan tarian yang berkilau.
Cerita tersebut membuatnya penasaran untuk menyaksikan langsung pertunjukan dalam skala lebih besar di Banyuwangi.
“Jadi penasaran. Pastinya ini semakin keren dengan pertunjukan yang lebih besar dan melibatkan ribuan penari. Makanya, saya tidak mau melewatkan kesempatan datang langsung ke Banyuwangi,” ungkapnya.
Gandrung Sewu 2026 digelar di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Sabtu (24/10/2026) malam, dengan melibatkan 1.300 penari melalui konsep Glow in the Dark dan mengangkat tema Kembang Dermo.//////////










