Fenomena ini pun dikaitkan dengan cerita mistis yang beredar di masyarakat setempat. Mistoyo, salah satu warga sekitar, menuturkan bahwa sejak pohon tersebut tumbang pada bulan puasa, sering terjadi penampakan makhluk tak kasatmata.
“Sering ada penampakan ular besar tanpa ekor di sekitar sini. Karena pohon ini tiba-tiba berdiri kembali, warga akhirnya sepakat untuk mengadakan selamatan demi memohon keselamatan,” jelas Mistoyo.
Sementara itu, Kepala Dusun Semekan, Andika, menyatakan bahwa kabar mengenai pohon tersebut telah menarik perhatian banyak orang hingga saat ini. Meski terdapat pro dan kontra di tengah masyarakat, fakta di lapangan menunjukkan pohon tersebut memang kembali ke posisi semula.
“Saya tidak mengetahui kronologi secara langsung karena laporan berasal dari warga. Soal percaya atau tidak, itu kembali ke keyakinan masing-masing. Ada yang menganggap ini fenomena alam atau rekayasa, namun faktanya pohon sebesar ini memang berdiri kembali. Saya sendiri langsung ke lokasi setelah mendengar cerita warga,” ujar Andika.
Hingga kini, lokasi pohon beringin tersebut masih ramai dikunjungi warga yang penasaran ingin melihat langsung fenomena tersebut di Desa Kendit.//////










