Elim juga menyampaikan bahwa KONI perlu membangun komunikasi dengan Pemerintah Kota Blitar, terutama terkait kebutuhan anggaran dan sekretariat. Ia menyebut, hingga saat ini anggaran maupun sekretariat KONI belum tersedia.
“Tentu saja kami perlu komunikasi dengan pemerintah daerah kalau masalah itu. Karena per hari ini memang anggaran belum ada dan juga sekretariat belum ada,” jelasnya.
Menurut Elim, komunikasi antara KONI dan Pemerintah Kota Blitar akan terus diperbaiki. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjadi awal yang baik dalam menjalankan organisasi sekaligus meningkatkan pembinaan olahraga di Kota Blitar.
Selain pembenahan organisasi, Elim juga menyebut persiapan menghadapi PON menjadi salah satu pekerjaan yang harus segera dilakukan. Dengan waktu sekitar sembilan bulan menuju PON, menurutnya, persiapan atlet tidak bisa dilakukan dengan santai.
“Ini merupakan tugas yang harus kita kebut. Dan dengan berbagai rintangan dan halangan tentu saja kita harus survive. Ini merupakan tantangan besar untuk kita,” katanya.
Elim berharap atlet dan pelatih di Kota Blitar dapat kembali bergairah dalam mengejar prestasi. Ia juga berharap atlet Kota Blitar mampu membawa nama daerah hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
“Betul yang dikatakan oleh Pak Ketua 3 Koni Jatim, kita bisa mengibarkan bendera merah putih ini di luar negeri atau di manca negara dengan mengatakan olahraga. Tentu saja kita bangga sekali jika atlet-atlet ini membawa nama harum terlebih khususnya untuk di Kota Blitar,” pungkasnya.////////










