Pada tahun ketujuh kepemimpinannya, IPM Kota Mojokerto mencapai 82,35 dan berada dalam kategori sangat tinggi. Menurut Ning Ita, indeks kesehatan menjadi salah satu komponen IPM, selain indeks pendidikan dan daya beli masyarakat.
“Dari indeks kesehatan, kita upayakan bagaimana usia harapan hidup masyarakat Kota Mojokerto terus mengalami peningkatan. Warga Kota Mojokerto harus berumur panjang tapi sehat. Bukan berumur panjang tapi banyak yang terkena penyakit,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut Ning Ita, pembangunan kesehatan tidak cukup hanya melalui penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan. Upaya promotif dan preventif serta kolaborasi berbagai pihak juga harus terus diperkuat.
Namun, yang paling utama adalah membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui pola hidup sehari-hari.
“Mari kita terapkan pola hidup bersih dan sehat. Kesehatan kita di masa yang akan datang ditentukan dari pola hidup kita sehari-hari sejak saat ini,” tuturnya.
Ning Ita berharap masyarakat tidak hanya memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan, tetapi juga memiliki keterampilan dasar yang dapat berguna ketika menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekitar.
“Ketika kita membudayakan hidup sehat, maka insyaallah usia harapan hidup kita bisa panjang dan kita bisa menua dengan sehat, terbebas dari segala penyakit,” pungkasnya.
Pelatihan BHD tersebut menjadi bagian dari rangkaian Mojo Health Fest 2026 yang digelar Dinkes PPKB Kota Mojokerto. Selain pelatihan BHD, Mojo Health Fest 2026 juga menghadirkan Seminar Kesehatan “Safe Running Happy Finishing” serta event lari bertajuk “Run for Your Life”.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi upaya Pemerintah Kota Mojokerto untuk mengajak masyarakat membangun budaya hidup sehat, sekaligus meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan./////////










