Dari Pemberitaan Menjadi Gerakan Perlindungan, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Media Jawa Timur

by -12 Views
Wartawan: Rahmat
Editor: Herry W. Sulaksono
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat saat memberikan penjelasan dalam Media Gathering BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur di Malang.
aston banyuwangi

Salah satu implementasinya adalah Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) yang telah diluncurkan secara serentak melalui soft launching pada 18 Agustus 2026 di 37 provinsi dan 45 titik. Program tersebut ditujukan khususnya bagi peserta dan ahli waris penerima manfaat agar manfaat yang telah diterima tidak berhenti sebagai santunan, tetapi menjadi bekal untuk kembali produktif dan mandiri.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Irvansyah Utoh Banja mengatakan, tantangan perluasan perlindungan tersebut juga menjadi agenda penting di Jawa Timur. Berdasarkan data per 19 Agustus 2026, dari sekitar 21,06 juta pekerja di Jawa Timur, sebanyak 5,63 juta pekerja tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperluas perlindungan kepada pekerja di berbagai sektor.



“Karakter pekerja di Jawa Timur sangat beragam. Karena itu, kami membutuhkan kolaborasi banyak pihak agar perlindungan semakin luas dan semakin dekat dengan kebutuhan pekerja. Di sinilah kami melihat media bukan semata-mata sebagai kanal publikasi, tetapi sebagai mitra strategis,” ujar Utoh.

Menurutnya, kemitraan tersebut perlu dibangun secara dua arah. BPJS Ketenagakerjaan dituntut untuk terus menyediakan informasi dan data yang kredibel, sementara perspektif, kritik, serta temuan para jurnalis di lapangan menjadi masukan penting untuk melihat persoalan perlindungan pekerja secara lebih utuh.

“Rekan-rekan jurnalis berada sangat dekat dengan masyarakat. Kami berharap media juga dapat memberi perspektif kepada kami mengenai apa yang menjadi perhatian pekerja di lapangan dan kelompok mana yang masih perlu kami jangkau. Kami ingin rekan-rekan media terus menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis. Mari berjalan bersama, bukan sekadar menghasilkan pemberitaan, tetapi membangun kesadaran yang pada akhirnya mendorong semakin banyak pekerja untuk melindungi dirinya dan keluarganya,” tutur Utoh.

Sejalan dengan penguatan strategi di tingkat wilayah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto Imam Haryono Safii menyampaikan komitmennya untuk mengimplementasikan sinergi media tersebut di tingkat lokal demi menjangkau seluruh lapisan pekerja, khususnya sektor informal di wilayah operasional Mojokerto dan sekitarnya.

“Peran rekan-rekan media di daerah sangat krusial dalam menyampaikan edukasi yang menyentuh langsung ke tingkat tapak. Kami di Mojokerto siap berkolaborasi secara terbuka dengan media lokal agar informasi mengenai kemudahan pendaftaran dan manfaat perlindungan jaminan sosial ini benar-benar dipahami oleh para pedagang, petani, hingga pekerja mandiri di wilayah kami,” tegas Imam.

Teks foto: Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat saat memberikan penjelasan dalam Media Gathering BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur di Malang.

iklan warung gazebo