Anita Latifah memberikan wawasam tentang pembangunan keluarga dengan memberikam gizi yg cukup dan mental yang baik sehingga dapat meghasilkan generasi yang hebat juga bagaimana menurunkan stunting. Anak yang stunting akan rentang terhadap penyakit ketika dewasa nanti. Ia menjelaskan tentang kesehatan anak gizi dan sanitasi lingkungan yg bersih. Tapi, juga lingkungan yang mendukung juga. Bagaimana seorang ayah dapat memberikan makna di kehidupan anak, juga bagaimana lansia mendapat manfaat dimasa tuanya.
“Pembangunan keluarga saat ini sangat penting dengan sapaan sederhana dalam keluarga sangat berarti dalam kehidupan keluarga. Adanya KDRT, adanya stunting, adanya lansia dalam keluarga, semuanya keluarga. Jadi, mengapa BKKBN yang sekarang sudah bertransformasi menjadi Kemendukbangga. Ada juga tamsya yaitu taman asuh sayang keluarga, dan Gati gerakan ayah teladan indonesia. Diperkirakan 25,9% merasakan tidak hadirnya ayah dalam keluarga, ini alasan mengapa hadirnya ayah dalam.keluarga akan sangat berdampak. Akibatnya, anak akan mudah sedih, sebagai contoh gerakan dengan mengantar anak dan mengambil rapot oleh ayah. Harapan kami, sepulang dari kegiatan ini dapat adanya perubahan bagi bapak serta ibu dirumah. MBG 3B juga salah satu program, kami juga ada Sidaya Lansia Berdaya. Sudah saatnya melakukan perubahan pola pengasuhan dalam keluarga,” urainya.
Sementara itu, Andika Akbar sebagai Sudin DPPAPP DKI Jakarta Utara menyampaikan bahwa, kasus stunting masih cukup tinggi sehingga diperlukan upaya pencegahan sejak sebelum kehamilan atau pernikahan. Pencegahan dapat dilakukan melalui pemenuhan gizi dan kesehatan remaja, khususnya remaja putri dengan mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin. Selain itu, perlu mengatur usia pernikahan, yaitu 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki, serta menghindari kebiasaan merokok yang dapat berdampak terhadap kesehatan keluarga.
Pada masa kehamilan, ibu perlu melakukan pemeriksaan kehamilan di fasilitas pelayanan kesehatan minimal 6 kali selama masa kehamilan serta menjaga kecukupan gizi untuk mendukung kesehatan ibu dan pertumbuhan janin. Setelah bayi lahir, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan perlu dilakukan dan dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun dengan tetap memperhatikan pemenuhan gizi dan kesehatan anak.
“Selain itu, keluarga juga perlu mengikuti program KB untuk mengatur jarak kehamilan. Jarak kehamilan perlu diperhatikan agar tidak terjadi kehamilan kembali sebelum anak berusia 2 tahun. Sehingga, ibu dan anak memiliki waktu yang cukup untuk mendapatkan perawatan, pemenuhan gizi, serta tumbuh dan berkembang secara optimal,” terangnya
Acara juga diisi dengan dialog interaktif dan pembagian doorprize. (rh)
Teks foto : Sesi Foto Bersama










