“Kejadiannya sangat menegangkan, Bu. Kami semua merasa sesak di dalam kapal saat mulai terbakar sebelum akhirnya diangkut sekoci. Kami sangat sedih selendang dan kipas kami ikut terbakar karena di dalam mobil. Itu kan pemberian Bu Ipuk ke sanggar kami beberapa tahun lalu,” tutur Sefita.
Meski perlengkapan tari mereka ikut terbakar, semangat untuk tampil di panggung Gandrung Sewu tak surut. Mereka memastikan tetap melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi.
“Namun kami bertekad tetap tampil di Gandrung Sewu, tekad kami sudah bulat, Bu,” timpal Valencia, penari lainnya asal Palembang.
Ipuk mengapresiasi tekad para penari tersebut. Dia mengaku terharu melihat semangat mereka untuk tetap berpartisipasi dalam agenda budaya tahunan Banyuwangi meski baru mengalami musibah.
“Terima kasih atas semangatnya yang tetap mau berangkat ke Banyuwangi untuk Gandrung Sewu. Kami semua sangat terharu dengan perjuangan dan pengorbanan kalian semua,” kata Ipuk.
Gandrung Sewu 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) pukul 18.30 WIB. Tahun ini, sebanyak 1.300 penari akan terlibat dalam pertunjukan tersebut, termasuk 200 penari dari luar Banyuwangi.
Para peserta dari luar daerah itu berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Palembang, Lampung, Jakarta, Bali, Malang, dan Pasuruan.//////












